banner 728x90

Suami Istri Dituntut 11 Tahun Bui

banner 468x60

//Terdakwa Arisan DSP Ajukan Pembelaan

 

TANJUNGPANDAN – Destari Sulius Puteri (DSP) yang merupakan onwer arisan online DSP dan suaminya Al Fajar dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim) dalam sidang di Pengadilan Negeri ( PN)Tanjungpandan, Belitung, Selasa (21/11) kemarin.
Sebelumnya sidang sempat ditunda hampir sebulan. Itu lantaran rencana tuntutan (rentut) dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel), belum dikeluarkan ke Kejari Beltim. Akhinya kemarin JPU Kejari Beltim menyatakan kesiapannya membacakan tuntutan.
Hal itu dilaksanakan setelah Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Babel mengeluarkan surat tersebut. Sidang yang terbuka untuk umum ini, dipimpin Hakim Ketua H Adriah, didampinggi Hakim Anggota Mahendra Adhi dan Andi Bayu Mandala Putra.
Puluhan warga Beltim juga turut menyaksikan jalannya sidang ini. Bahkan, sebelum persidangan kedua terdakwa ini mendapat pengawalan yang cukup ketat dari Polres Beltim, Tim Pengamanan Kejaksaan Negeri Beltim, serta security Pengadilan Negeri Tanjungpandan.
Dalam kasus ini, kedua terdakwa dituntut dengan Pasal 46 Ayat 1 Junto Pasal 16 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Pidana.
Menurut JPU Kejari Beltim A Barus dan Ferisal Kurniawan, unsur-unsur pada pasal itu sudah terpenuhi. Yakni, keduanya melakukan perbuatan itu, tanpa izin dan rekomendasi dari Bank Indonesia (BI).
Keduanya dinyatakan bersalah, setelah JPU Beltim memeriksa sejumlah saksi-saksi sebanyak kurang lebih 70 orang. Meliputi korban, member, admin, serta keterangan dari ahli yang berkompeten dalam kasus ini.
Hal-hal yang memberatkan, keduanya sudah mengetahui efek yang ditimbulkan namun, mereka tetap mencari nasabah untuk arisan tersebut. Selain itu, Destari dan Alfajar menikmati dari hasil tersebut.
“Untuk hal-hal yang memberatkan lainnya, akibat perbuatan terdakawa sempat membuat gejolak di lingkungan masyarakat. Khususnya warga Beltim. Dan mereka tidak memaafkan apa yang telah dilakukan kedua terdakwa,” kata Barus didampingi Ferisal.
Maka dari itu, JPU Beltim meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan menyatakan kedua terdakwa bersalah. Dan Kejari Beltim menuntut mereka dengan penjara 11 tahun denda Rp 1 miliar, subsider satu tahun kurungan.
“Nah untuk hal-hal yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah dipenjara dan menyesali perbuatannya. Selain itu, mereka juga ada niatan baik untuk mengembalikan uang tersebut,” ungkapnya.
Barang bukti berupa TV, Kipas Angin, dan sejumlah surat tanah, beberapa Kartu asuransi milik kedua terdakwa, serta barang berharga lain, disita dan dirampas buat negara.
Setelah mendengar tuntutan itu, Destari tak kuasa menahan air mata. Hingga akhirnya dia melakukan diskusi dengan penasehat hukumnya. Menanggapi hal itu, keduanya memilih mengajukan nota pembelaan (pledoi). (kin)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: