banner 728x90

Syarifah Amelia : Sudah Saatnya Kite Jaga Kampong

Syarifah Amelia

Syarifah Amelia

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Calon Legislatif (Caleg) DPR RI nomor Urut 3 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syarifah Amelia S.Si., M.T, tadi malam (12/4) menggelar kampanye terbuka di Gedung Nasional Tanjungpandan. Kegiatan diisi dengan orasi oleh perempuan kelahiran Tanjungpandan Belitung ini. Selain itu juga dimeriahkan dengan live music, open mic, dan pantun.

Dalam orasinya, Syarifah Amelia yang biasa disapa Amel, antara lain menegaskan komitmennya untuk menjaga Belitong. “Jadi yang pertama adalah kita bepaham tentang jage kampong, jage Belitong. Jadi sekarang ini, Belitong dengan segala potensi yang Allah SWT berikan, namun urang Belitong masih banyak yang tak merasakan sejahtera.

Roda perekonomian Belitong masih yang utama adalah PNS. Padahal kita ini daerah pariwisata, penghasil timah, dan lada. Ini semua, karena selama ini kita banyak menyerahkannya kepada orang luar. Makanya sekarang kita harus memutuskan sudah saatnya untuk menjaga kampong kita sendiri,” ujar jebolan ITB.

Salah satu caranya adalah, dalam konteks kebijakan harus ada perwakilan orang Belitong di pusat. “Masyarakat Belitung ini bisa turut bicara kalau ada corongnya. Mau bagaimapun kita jago bercakap, kalau tidak ada salurannya, maka tidak akan sampai di pusat. Nah karena itu butuh corong, sebagai perwakilan di pusat,” tandas Amel.
Amel juga menuturkan tentang pandangan-pandangan pribadinya terkait hajat yang dari 15 tahun lalu ia perjuangkan. Sebagai orang dulu pernah diamanahkan sebagai Duta Anak Nasional Bidang Pendidikan (Komnas Pendidikan Anak Tahun 2014), juga sebagai Pemimpin Muda Indonesia (Unicef & Kementrian PPPA RI 2014). Maka soal pendidikan ini menjadi salah satu perhatian khusus Amel.

“Sekarang ini kamek pertajam dengan pendidikan Islam. Kemudian juga masalah perberdayaan perempuan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan anak, serta memberikan ruang kepada pemuda. Itulah prinsip prinsip keberpihakan yang akan kami jaga,” tukas Amel.

Dalam konteks program program strategis yang akan ia dorong di Pulau Belitung diantaranya adalah wisata. “Namun wisatanya adalah wisata halal, juga wisata yang berpihak kepada masyarakat. Mungkin dalam hal ini geopark yang memberdayakan masyarakat, baik kepemilikan modal maupun property. Kami mendorong masyarakat, dan kelompok-kelompok masyarakat seperti HKM-HKM, yang dapat memanfaatkan aset aset daerah berkerjasama dengan BUMD dan BUMDes . inilah pembangunan pariwisata yang ideal,” terang Amel.

Hal lain yang menjadi sorotan Amel adalah masalah harga tiket pesawat terbang yang mahal. Ia berharap ada keberpihakan terhadap masyarakat karena saat ini salah satu penyebab lesunya pariwisata di Negeri Laskar Pelangi ini adalah karena faktor tiket mahal.

“Kemudian kita juga akan mendorong peningkatan kualitas UMKM di Belitung. Diluar itu masalah pariwisata di Belitung ini seperti properti dan lahan kita usahakan untuk tidak dikooptasi oleh para pemilik modal besar, yang bisa berdampak terbatasnya akses masyarakat untuk turut menikmati objek wisata itu sendiri. Jadi bukan maksud kita untuk tidak mendukung pembangunan. tapi kita menginginkan masyarakat akses,” tegasnya.

Soal tambang laut, Amel sekali lagi menegaskan bahwa bukannya ia bermaksud “rese'” dengan pemilik modal atau pemilik kuasa tambang. “Namun masalahnya adalah kita belum bersepaham sampai dengan detik ini, bagaimana tambang laut itu, dampaknya turut dirasakan masyarakat Belitung. Karena selama ini, mau itu tambang darat maupun tambang laut, yang menikmati sebagian besarnya adalah bukan masyarakat Belitong. Padahal kaitan dengan tambang ini dampaknya adalah satu atau dua generasi kita yang akan datang, masih merasakan dampak negatif dari penambangan itu sendiri,” pungkas Amel.

Kegiatan Orasi itu sendiri dihadiri para pimpinan PPP, caleg baik dari tingkat kota maupun provinsi, serta para kader dan simpatisan PPP.(red)

Related Search

Tags:
author

Author: