banner 728x90

Tadah Hujan Jadi Pilihan Petani Padi

banner 468x60

PERTANIAN

MANGGAR – Pasca jebolnya tanggul bendungan Pice di Kecamatan Gantung, petani sawah di kawasan Danau Nujau dan Meranteh tetap optimis menanam padi. Mereka memanfaatkan sistem tadah hujan dengan jenis padi yang tahan di kondisi kering.
“Kalau kondisi peralihan pasca jebolnya tanggul bendungan Pice, petani tidak punya pilihan lain kecuali sistem tadah hujan. Balik lagi seperti kondisi tahun 2014 sebelum Pice masuk lagi ke danau airnya,” ujar PPL Dinas Pertanian Kecamatan Gantung, Andri Taruna Praja, Selasa (14/11) kemarin.
Andri sapaan akrabnya menjelaskan, kondisi irigasi yang tidak maksimal sudah diantisipasi oleh Dinas Pertanian. Yakni dengan menyediakan bantuan benih yang mampu tumbuh di lahan pertanian kering. “Tapi sudah diantisipasi oleh Dinas Pertanian. Kita memberi bantuan benih sekarang tiga varietas, Inpari 30, Inpari 32 dan Situ Bagendit. Masing-masing varietas itu ada yang relatif tahan terhadap kondisi yang kering dan kondisi yang tergenang. Jadi tidak begitu terdampak dengan jebolnya pice,” bebernya.
Dijelaskan Andri, saat ini petani sawah terbantu dengan musim penghujan. Curah hujan yang cukup tinggi membuat tanaman padi terairi dengan baik. Untuk target lahan yang tertanami padi tidak mengalami peningkatan berarti dengan acuan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Sekarang sudah mulai musim tanam untuk Okmar (Oktober – Maret) sudah banyak yang nyemai dan nanam sudah ada. Target kita musim tanam ini seperti biasa sekitar 280 hektar,” jelas Andri.
Menurut Andri, target tanam seluas 280 hektar masih ideal karena curah hujan di musim tanam Okmar sangat membantu petani. Meskipun sebenarnya tata kelola air belum sempurna karena dalam perbaikan. “Ini kan musim tanam yang utamanya (Okmar) karena di musim penghujan. Karena irigasi tata kelola air di danau belum sempurna dalam perbaikan,” kata Andri.
“Terus perbandingannya sekitar 40 persen masih tergenang karena masih ada saluran buangnya. Bahkan ada salah satu kelompok tani ada yang masuk air asin karena pintu klep juga belum diperbaiki di irigasi. Pintu tidak sampai bawah jadi air tidak masuk,” imbuhnya.
Pasokan air irigasi kemungkinan besar akan berpengaruh pada musim tanam Asep (April – September). Sebab, pada musim tersebut biasanya masuk musim kemarau. “Pengaruhnya bukan di musim tanam ini tapi di musim tanam yang kedua nanti. Karena di musim kedua nanti relatif kering. Nah petani terpaksa pakai pompa menyedot air,” ulasnya.(msi)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: