banner 728x90

Tambang Timah Ilegal Merajalela

Salah satu saksi saat menunjukan peralatan TI ilegal di HL Juru Seberang, Selasa (11/12).

*HL Juru Seberang juga Disikat

TANJUNGPANDAN – Aktivitas pertambangan timah Ilegal di Kabupaten Belitung semakin merajalela.

Terbukti, kawasan Hutan Lindung (HL) di Desa Juru Seberang, diduga dibabat habis oleh oknum penambang yang tak bertanggung jawab.

Pantauan Belitong Ekspres tampak di lokasi terlihat. Lahan seluas kurang lebih dua hektar digarap oleh penambang diduga ilegal di kawasan terlarang tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, mereka melakukan aktivitas itu sejak lama.
Namun beberapa hari mereka sengaja berhenti, lantaran ada kegiatan Kodim 0414 Belitung, sedang melakukan penanaman seribu pohon. Sehingga, para penambang memilih untuk tidak melakukan aktivitas penambangan.

“Hampir setiap hari saya lewat di sini (lokasi HL Juru Seberang). Saya melihat segerombolan orang-orang sedang melakukan penambangan,” ujar salah satu saksi, yang enggan disebutkan namanya.

Dia menjelaskan, biasanya para penambang itu melakukan aktivitas sejak pagi hingga petang hari. Pria ini mengaku mengetahui hal tersebut, sejak sebulan lalu. Bahkan, dia berusaha untuk mela

papan tanda peringatan dilarang menambang.

porkan hal tersebut.

“Kita bisa lihat sendiri, meski tidak ada aktivitas, namun mesin masih terlihat. Diperkirakan, beberapa hari ke depan, mereka akan melakukan penambangan di lokasi,” pungkas pria berbaju biru ini.

Sementara itu, Sekertaris Satpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengaku belum mengetahui adanya kabar aktivitas pertambangan tersebut. Menurutnya, setelah melihat foto lokasi itu memang masuk ke dalam Hutan Lindung.

Oleh karena itu, tindakan yang diambil Satpol PP Kabupaten Belitung akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung. Setelah itu, jajarannya akan turun tangan untuk melakukan penertiban.

“Untuk sementara, kami akan kroscek terlebih dahulu. Setelah itu, kita laporkan ke Bupati Belitung H Sahani Saleh, maupun Kasatpol PP, baru kita akan melakukan penertiban,” kata Alkar Kepada Belitong Ekspres, Selasa (11/12).

Related Search

Rate this article!
author

Author: