banner 728x90

Teknik Membunuh Lele Tanpa Merusak Tubuh

banner 468x60

Oleh : Hepiandes, S.Pd.Bio*.
(Guru Mata Pelajaran IPA/Kepala SMP Negeri 5 Tanjungpandan, Belitung)

Ikan Lele Sangkuriang disebut juga istilah biloginya Clarias. Kata Clarias berasal dari bahasa Yunani, asal katanya adalah Chlaros  yang artinya lincah dan kuat. Ikan lele (Clarias  gariepinus) ini mempunyai kemampuan  untuk tetap hidup dan bergerak di luar air. Selama ini kita mengkonsumsi ikan lele segar dari tempat hidupnya setelah ditangkap dan dibunuh dengan cara dipukul–pukul kepalanya hingga lele tersebut mati dan tidak berdaya. Lantas, diolah sesuai kebutuhan sesuai dengan selera masing-masing dan dikonsumsi sebagai lauk pendamping makanan pokok masyarakat Indonesia.

banner 300x250

Di Kabupaten Belitung, pada era tahun 80-an masyarakat belum terbiasa mengkonsumsi lele sebagai lauk alternative. Kebanyakan masyarakat terbiasa mengkonsumsi ikan hasil tangkapan laut. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyak penduduk dari luar Belitung menetap, maka ikan lele mulai disukai dan sudah menjadi lauk alternative. Bahkan, sudah sejajar dengan ikan laut.

Hal ini dibuktikan sudah banyaknya ikan lele dijual di pasar dan Rumah Makan menyediakan menu ikan lele dengan berbagai jenis masakan. Awalnya, ikan lele didatangkan dari daerah lain. Tapi, saat ini  sudah banyak masyarakat Belitung mencoba budidaya ikan lele dan sudah berhasil dan menghasilkan sebagai tambahan penghasilan, baik sampingan maupun pokok.

Bagi masyarakat Belitung, ikan lele disebut disebut ikan Kelik. Sekarang jenis Ikan ini sudah sangat populer dengan bentuknya memanjang berkepala agak besar tidak bersisik. Selain itu, tubuhnya berlendir sebagai pertahanan dan perlindungan tubuh terhadap mangsanya. Sering kita saksikan dalam keseharian sebelum mengkonsumsi ikan lele terlebih dahulu dengan cara memukul kepalanya beberapa kali untuk memastikan sudah dalam keadaan mati.

Bagi kaum ibu rumah tangga cara ini agak repot melakukannya, bila tidak hati-hati dapat membahayakan. Karena itu, perlu dicari suatu cara atau teknik bagaimana membunuh ikan lele tanpa membahayakan atau cara praktis. Dengan begitu, dapat dikonsumsi dengan cepat tanpa harus menunggu waktu lama.

Penulis ingin berbagi pengalaman bagaimana membunuh ikan lele yang masih hidup   dengan mengggunakan Garam. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah, Pertama,. sediakan air secukupnya lebih kurang satu liter dan beri garam lebih kurang satu ons  kemudian diaduk hingga rata. Kedua, tangkap ikan lele dari habitat atau tempat hidupnya berapa atau secukupnya untuk dikonsumsi  lalu masukkan kedalam larutan garam tadi.
Langkah yang ketiga, tutup tempat tersebut agar ikan tidak melompat. Keempat, diamkan beberapa saat hingga ikan tersebut mati hingga siap diolah.

Pertanyaannya adalah, “Mengapa ikan lele yang diberi rendaman  larutan air garam segera mati setelah beberapa saat? Jawabnya adalah; awalnya habitat ikan lele adalah ada di air tawar. Ketika ikan lele tersebut dimasukkan ke dalam air garam, maka ikan berusaha beradaptasi pada alam yang baru. Tapi, karena kondisinya berbeda, ikan lele sudah tidak bisa beradaptasi

Ikan lele saat itu mendapatkan konsumsi makanan dan oksigen yang terlarut dari air tersebut. Maka, otomatis langsung masuk melalui mulut dan  ke dalam tubuhnya. Sedikit demi sedikit keluarlah ion–ion pada tubuhnya untuk mengadakan keseimbangan.

Tetapi karena kadar garamnya, tinggi maka tidak dapat mengimbanginya dan akhirnya ikan lele tersebut mati. Setelah ikan lele dipastikan mati barulah diolah untuk dikonsumsi sesuai keinginan tanpa harus memukul-mukul kepalanya.

Teknik membunuh ikan lele dengan menggunakan garam ini sudah penulis lakukan percobaan pada saat proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam pembahasan materi adaptasi fisiologi hewan kelas IX Semester I. Percobaan ini hasilnya baik dan lancar tanpa ada hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, penulis juga mengajarkan karakter kepada siswa bagaimana cara memperlakukan hewan tanpa melakukan kekerasan dan mengajarkan berfikir kritis mengapa garam dapat membunuh ikan lele tanpa harus melakukan kekerasan dan merusak bagian tubuhnya.

Bila kita menggunakan cara memukul-mukul kepala ikan lele, itu dengan maksud untuk merusak saraf pusat ikan. Dengan anggapan jika sarafnya sudah rusak, maka barulah ikan lele itu  mati. Tetapi, sesungguhnya bagian tubuh yang  lainnya belum mati dikarenakan masih terdapat bagian – bagian sel nya yang masih hidup.

Jadi, dengan cara memukul kepala ikan lele, maka kita tetap menunggu beberapa waktu lagi sampai benar-benar tidak ada bagian lainnya yang bergerak. Bila dibandingkan dengan cara menggunakan garam, maka waktu yang diperlukan relatif singkat lebih kurang 15 menit. Lantas, bagian tubuh ikan lele terutama kepala masih utuh dan lendir ditubuh ikanpun lepas sehingga saat akan membuang isi perutnya ikan lele di cuci dan setelah itu dipegang tidak licin serta  enak dipandang mata ketika disajikan untuk siap disantap. (***)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: