banner 728x90

Telah Lahir Desa Wisata Pertama

banner 468x60

Bupati Sahani Salah saat memukul Gong.

*Di Desa Terong Sijuk, 4 Komunitas Siap Jual Potensi Wisata Desa

SIJUK-Satu hal yang membanggakan buat masyarakat Pulau Belitong dalam pembangunan sektor pariwisata kini telah terukir. Sabtu, 17 Desember 2016 menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Desa Terong dan Pulau Belitong pada umumnya. Tanggal tersebut, telah lahir Desa Wisata pertama di Belitung ditandai dengan soft launching (peluncuran awal) Desa Wisata “Kreatif” Terong di kawasan wisata Aik Rusa Berehun (ARB), Sabtu malam. Lahirnya desa wisata ini tak lepas dari peran aktif masyarakat dan mentoring dari LWG-DMO Kabupaten Belitung.

banner 300x250

Soft launching ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Belitung Sahani Saleh disaksikan Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pengembangan Masyarakat Kemenpar RI, Oneng Setya Harini,  Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hermanto, Camat Sijuk Abdul Hadi Kades Terong, Kades Keciput, Tanjungtinggi dan Terong dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Oneng Setya memberikan apresiasi tinggi kepada pengelola dan seluruh masyarakat Desa Terong berhasil menciptakan satu pengembangan destinasi pariwisata berbasis masyarakat. Sebab, Belitung secara nasional telah ditetapkan menjadi 10 destinasi prioritas. Jadi, ini merupakan peluang yang sangat besar bagi Tanjung Kelayang khususnya dan Belitung pada umumnya untuk bagaimana bisa menangkap peluang ini, termasuk bagi seluruh stake holder (pemangku kepentingan) pariwisata di Belitung.

“Dari 10 destinasi yg ada, saya lihat Belitung masih yang paling bagus di antara sembilan destinasi yang lain,” ujarnya dalam acara soft launching.

Menurut Oneng adalah satu bukti bahwa masyarakat sudah bekerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh stake holder pariwisata terutama dengan media. Sebab, menurut Oneng, memang dalam membangun pariwisata media ini punya peran penting.

Oneng juga menekankan, masyarakat punya peran sangat penting dalam pembangunan pariwisata. Apalagi, Belitung telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Untuk itu, diharapkan bersama-sama berkembangnya KEK, masyarakat juga bisa lebih cepat.

Oneng mengaku, ini adalah sebuah tantangan bagi pihaknya (Kemenpar RI) dan pihaknya sudah masuk tata kelola destinasi, yaitu bagaimana mengarahkan pengembangan destinasi melalui DMO (destination management organization-tata kelola destinasi). “Saya kira ini adalah hasil yang membanggakan bagi kami. Karena DMO masuk ke Belitung baru 1,5 tahun,”

ungkapnya.

Dikatakan Oneng, konsep desa wisata adalah pengembangan pariwisata berbasis mayarakat dengan tagline, “Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan”.

Menurutnya, potensi yang ada di Desa Terong sudah luar biasa. Hanya saja, harus ditingkatkan lagi kemasan-kemasannya untuk bisa menjual desa wisata. “Semoga dengan hadirnya Desa Wisata “Kreatif” Terong bisa memberikan contoh dan motivasi desa yang lain untuk mengembangkan desa berbasis masyarakat. Desa wisata maju karena masyarakat dan penggeraknya,” tukasnya.

Bupati Belitung, Sahani Saleh dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas terbentuknya desa wisata yang merupakan sinergisitas dari masyarakat dan pemerintah, baik daerah maupun pusat.

Lebih lanjut Sanem menjelaskan, pemeintah sudah mencanangkan kebijakan setiap desa memiliki satu destinasi pariwisata, sesuai dengan arahan Menteri Pariwisata. Tujuannya, agar pariwisata bukan dikuasai oleh para investor atau para kapitalis, tapi harus dikuasai oleh dan dikelola oleh rakyat.

“Alhamdulillah sekarang beberapa desa sudah memiliki destinasi. Kita sebenarnya memiliki banyak potensi, sehingga tinggal bagaimana mengelolanya. Saya berharap pengembangan pariwisata ini menjadi lebih kreatif ke depannya,” kata Sanem.

Ketua Desa Wisata “Kreatif” Desa Terong, Zubir, dalam mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah mendorong masyarakat lokal khususnya Desa Terong menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Mudah-mudahan jadi awal yang baik bagi masyarakat Desa Terong untuk berbuat lebih banyak menjadi pelaku sekaligus pemilik pariwisata di Belitung,” pungkasnya.

Zubir menjelaskan, arti branding “Kreatif” yang ditambahkan untuk Desa Wisata Terong dikarenakan secara keseluruhan terbentuknya desa wisata terong ini merupakan hasil kerja keras masyarakat yang terdiri dari empat komunitas masyarakat Desa Terong yang sangat aktif berkreasi untuk menggali mengembangkan potensi menjadi sebuah produk wisata yang unik.

Empat komunitas tersebut yaitu, pertama Kelompok Bukit Tebalu Simpor Laki (BTSL) dengan produk wisata alam perbukitan, hiking dan bumi perkemahan yang terdiri dari 4 bukit dengan jejeran batu granit. Yang kedua, kelompok Air Rusa Berehun (ARB), yang memanfaatkan eks tambang timah, dengan produk kuliner lokal. Ketiga kelompok tani agrowisata perkebunan sayur dengan produk wisata edukatif untuk pelajar. Lantas, keempat, kelompok pemuda pecinta alam yang memanfaatkan hutan mangrove dan pantai yang landai dan sangat luas.

“Paket wisata unik lain yang ditawarkan, nyungkor, nyumek, ngeremis, mincing bejaor, nyulo, mukat, dan belajar nganyam,” terangnya.(mg3)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
author

Author: