banner 728x90

Terdakwa Korupsi Laptop Divonis 4 Tahun Penjara

Suasana sidang pembacaan vonis 3 terdakwa kasus pengadaan laptop, di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Suasana sidang pembacaan vonis 3 terdakwa kasus pengadaan laptop, di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

*Billy, Sonny dan Ferry Terbukti Bersalah

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Setelah menjalani persidangan panjang selama lebih kurang tiga bulan, Pengadilan Tipikor Pangkalpinang akhirnya memutuskan perkara korupsi pengadaan laptop tahun 2015 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Beltim. Putusan dibacakan hakim tipikor pada hari Selasa, 12 Maret 2019.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kejari Beltim) yang juga bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsi Thalib membenarkan perihal putusan tersebut. Tiga tersangka atas nama Billi, Sonny dan Ferry dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999.

“Putusan perkara korupsi pengadaan laptop, majelis hakim menyatakan terdakwa Billy, Sonny dan Ferry terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana dakwaan primair, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp.200 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar Samsi saat dihubungi Belitong Ekspres, Selasa (12/3) kemarin.

Ditambahkan Samsi, akibat perbuatan ketiganya, negara dirugikan lebih dari dua miliar rupiah. “Jumlah kerugian negara perhitungannya diambil alih oleh majelis hakim menjadi sebesar Rp2.394.893.181,” sebut Samsi.

Untuk diketahui, proses penetapan tersangka kasus korupsi pengadaan laptop di DPPKAD Kabupaten Beltim cukup panjang. Kabarnya, Kejaksaan sempat mengalami kesulitan menemukan barang bukti dan hitungan kerugian negara.

Berkas kasus korupsi pengadaan laptop baru dinyatakan lengkap sekitar bulan November 2018 dan dilanjutkan dengan penahanan tersangka.

Ketiga terdakwa di dakwa melakukan perbuatan melanggar Primair Pasal 2 atau (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 atau (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim I Nyoman Wiguna, SH, MH disebutkan bahwa ketiga terdakwa merugikan keuangan negara lebih kurang Rp. 355 juta rupiah. Sidang di lanjutkan pada hari Senin tanggal 26 November 2018 dengan acara pemeriksaan saksi-saksi.

Kasus korupsi pengadaan laptop mulai diusut pada pertengahan tahun 2017 setelah Kejaksaan Negeri Beltim mendapatkan laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan pengembangan, beberapa bukti permulaan saat itu menguatkan bahwa benar ada dugaan tindakan yang merugikan keuangan negara. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: