banner 728x90

Terdakwa Minta Vonis Ringan, Nasib 2 Caleg PAN Ditentukan Hari Ini

Wahyuni dan Azhar menjalani sidang di PN Tanjungpandan

Wahyuni dan Azhar menjalani sidang di PN Tanjungpandan, Kamis (14/3) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Caleg PAN Wahyuni dan Azhar meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, agar divonis seringan-ringannya, pada saat sidang putusan yang akan dilaksanakan, Jumat (15/3) hari ini.

Hal itu diungkapkan kedua terdakwa dugaan kasus Tindak Pidana Pemilu ini, saat membacakan nota keberatan (Pledoi) atas Tuntutan Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejari Beltim, Kamis (14/3) kemarin.

Sebelumnya, JPU Beltim menuntut kedua terdakwa dengan hukuman satu bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta, subsider satu bulan kurungan. Sebab, jaksa menilai keduanya terbukti melanggar tindak pidana pemilu.

Keduanya dijerat dengan Pasal 523 Ayat 1 junto Pasal 280 Ayat 1 Huruf J, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Tindak Pidana Pemilu.

Di hadapan Majelis Hakim PN Tanjungpandan yang diketuai Hari Supriyanto, didampingi Hakim Anggota Andi Bayu Mandala Putera dan Reno Ardian, serta JPU Kejari Beltim Wawan Simanjuntak serta Zayin, Wahyuni mengungkapkan isi hatinya.

Dia memohon kepada hakim dan jaksa untuk memberikan keringanan hukuman. Menurutnya, ancaman satu bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta dinilai sangat memberatkan. Apalagi, saat ini Wahyuni sedang hamil.

Selain itu, usai operasi dia menderita sakit. Sehingga kondisinya bisa dikatakan lemah. Belum lagi, ia juga mempunyai seorang anak yang masih kecil, sehingga masih butuh bimbingannya.

Wahyuni menyadari apa yang dilakukan pada saat kampanye, yakni memberikan gula dan kopi merupakan tindak pidana pemilu. Namun, dia melakukan lantaran ketidaktahuannya mengenai adanya larangan dan undang-undang tersebut.

“Saya mohon bapak jaksa dan bapak hakim memaklumi. Dan menjatuhkan vonis seringan-ringannya,”kata Wahyuni, pada saat membacakan pledoi tersebut.

Senada diungkapkan Azhar. Dia meminta kepada JPU dan Majelis Hakim agar memutus yang seringannya. Sebab, dia merupakan kepala dan tulang punggung keluarga. Sehingga, masih banyak yang ditanggunya, Kata Azhar saat pledoi secara lisan.

Menanggapi hal tersebut, JPU Kejari Beltim, Zayin dan Wawan Simanjuntak tetap kokoh pada tuntutannya. Sidang kembali dilanjutkan Jumat, siang ini dengan mengagendakan putusan dari PN Tanjungpandan. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: