banner 728x90

Terima Kasih Guruku

banner 468x60

Oleh :
Drs. HAMRIN, M.M.Pd*

Saya teringat pada suasana upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tahun 2013 yang lalu di halaman Kantor Bupati Belitung, saat paduan suara siswa SMAN 2 Tanjungpandan menyanyikan lagu “Terima Kasih Guruku”. Lirik lagunya sebagai berikut, “ Terima Kasihku ucapkan, Pada guruku yang tulus, Ilmu yang berguna selalu dilimpahkan untuk bekal kunanti, Setiap hariku dibimbingnya, Agar tumbuhlah bakatku, Kan kuingat selalu nasehat guruku terima kasihku guruku.”
Setelah berakhirnya lagu tersebut wajah para guru yang berada di samping barisan siswa semuanya haru dan berlinangan air mata. Betapa tidak lirik-lirik lagunya sangat menyentuh kalbu. Itulah perasaan guru, setiap kali lagu tersebut dipendengarkan apalagi pada saat hari bahagia guru saat ini, rasa haru bangkit kembali. Makna dari lagu terima kasih guruku adalah sebagai penghargaan atas pengabdian yang tulus dan ikhlas diberikan oleh siswa kepada gurunya. Kini kita kembali dipertemukan dengan Hari Guru sekaligus HUT PGRI ke 69 jatuh pada tanggal 25 November 2014.
Sudah sepatasnyalah siapapun dia statusnya patut berterima kasih dengan gurunya yang berupaya memberikan ilmu pengetahuan, sehingga kita menjadi seperti ini, apakah kita menjadi orang penting atau orang biasa-biasa saja. Ini semua tidak terlepas dari rajutan tangan dingin guru kita, mulai dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jika tidak, tidak mungkin kita jadi dengan sendirinya.
Karena itu, layaklah kita tetap mengatakan beliau adalah guru saya atau guru kita ketika di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA atau di Perguruan Tinggi bukan mengatakan bekas guru saya atau bekas guru kita. Tentunya guru kita tidak mengharapkan sanjungan yang bergitu tinggi dan dibuat-buat. Melainkan yang sewajarnya saja. Mereka tidak mengharapkan imbalan yang berlebih atas ilmu pengetahuan yang secara tulus dan ikhlas ditransferkan kepada siswanya. Niat yang tulus dari setiap guru adalah menginginkan ilmunya berkah diterima oleh siswa dan bermanfaat untuk kehidupannya sendiri dan orang lain.
Saya sangat mengapresiasi gagasan Mendikbud, Anies Baswedan, mengundang seluruh masyarakat untuk gerakan datangi gurumu, cium tangannya, ucapkan terima kasih, dan tanya kabarnya. Karena guru kita yang mencerdaskan, sehingga kita mendapatkan peningkatan kesejahteraan, dan kehidupan yang lebih baik. Hal ini sangat sederhana sekali, tetapi maukah kita dengan status kita saat ini mau melakukan itu.
Pada tahun 2004, di Peringatan Hari Guru seperti ini SMP Negeri 1 Tanjungpandan sempat dikejutkan kedatangan rombongan polisi, membagikan sekuntum bunga kepada seluruh guru dan kue bertuliskan Selamat Hari Guru. Kejutan ini atas ide Kapolres Belitung waktu itu AKBP Iwan Hari Sugiarto. Betapa bahagia kami waktu itu, tanpa disangka dan diduga ada Polisi peduli dengan Guru.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tantangan terberat guru adalah menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing tinggi. Dengan modal inilah kita akan mampu bermitra dan berkompetisi pada tataran global. Profesi guru bermakna strategis bagi proses pemanusiaan, pencerdasan, pembudayaan dan pembangunan karakter Bangsa Indonesia masa depan. Guru akan menghadapi dinamika politik, sosial, ekonomi, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu, Kemendikbud terus berupaya melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru dengan merevitalisasi kinerja guru ke arah yang lebih baik. Itu semua dalam rangka menyiapkan siswa dan generasi muda masa depan yang mampu merespon kemajuan IPTEK. Lantas, mampu juga merespon kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang berkembang dan dinamis serta dibingkai dengan karakter Bangsa Indonesia.
Guru harus mau dan mampu merubah diri menyesuaikan wawasan dan kompetensi dengan tuntutan perkembangan lingkungan profesinya. Jika tidak akan menjadi salah satu faktor penghambat ketercapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran.
Kunci utama sukses guru itu adalah tidak berhenti belajar, guru terus belajar dan belajar dari berbagai sumber belajar, menguasai teknologi terbaru, tetap komitmen, konsisten, dan konsekuen dalam keimanan menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Orang tua dan masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap guru tentang masa depan anaknya, hanya di tangan gurulah siswa itu akan menjadi baik dan cerdas. Karena sosok gurulah sebagai orang tua kedua di sekolah yang masih didengar nasehat-nasehatnya dan dituruti apa yang baik untuk diperbuat oleh siswanya.
Akhirnya, mari di hari bahagia ini kita renungkan sebuah pernyataan: “Guru yang hebat bukanlah guru yang telah lulus sertifikasi. Guru yang hebat juga bukan guru yang rajin datang ke sekolah untuk mengajar setiap hari. Tetapi guru yang hebat adalah guru yang masih bersedia untuk terus belajar, di samping ia tetap giat menunaikan tugasnya untuk mengajar. Selamat menjadikan diri Anda sebagai guru yang senantiasa mencintai pekerjaan dan siswa. Dirgahayu Guruku, doa tulus kami selalu menyertai perjuangan dan pengabdianmu.

banner 300x250

*Pengawas SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Wakil Ketua PGRI Provinsi Kep. Bangka Belitung

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Terima Kasih Guruku,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: