banner 728x90

Tertibkan Pengguna Frekuensi, Kominfo Gelar Workshop

PANGKALPINANG – Untuk menertibkan para pengguna frekuensi, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika menggelar konsultasi publik dan workshop yang diikuti oleh seluruh pengguna frekuensi se Bangka Belitung (Babel).
Direktur operasi dan perizinan frekuensi, Rahmat Widayana mengatakan, frekuensi adalah sumber daya yang luar biasa berkembangnya seperti media, dan frekuensi sangat besar manfaatnya untuk masyarakat.
“Frekuensi adalah salah satu penghasil PNBP yang jumlahnya luar biasa. Kami yang memiliki tugas mengelolah frekuensi, akan betul-betul serius sehingga pengguna frekuensi tetap tertib menggunakannya,” ungkapnya usai membuka workshop frekuensi, Kamis (9/4) kemarin
Sebagai upaya menertibkan pengguna frekuensi, menurut Rahmat, Kominfo RI rutin menggelar konsultasi publik dan workshop ini, dan ini juga bertujuan untuk meminimalisir pengguna frekuensi yang ilegal atau tidak resmi.
“Perangkat frekuensi kita tersebar di beberapa perbatasan, dan kita selalu menjaga pemancar-pemancar tersebut agar tidak mengganggu ketertiban. Kita juga memiliki lima stasiun monitoring di Jakarta, Medan, Samarinda, Kupang dan Merauke,” terang Rahmat.
Dalam melaksanakan workshop konsultasi publik ini, Kominfo RI Dirjen sumber daya dan perangkat pos dan informatika juga sudah menjalin MoU dengan pihak terkait seperti Angkasa Pura dan TNI.
“Dengan MoU kita saling bermitra meningkatkan frekuensi, dan kita juga memonitoring pengguna frekuensi yang ilegal. Mereke pengguna frekuensi yang ilegal jika¬† tertangkap tangan melanggar ketertiban, bisa kita pidanakan,” imbuhnya.
Rahmat menambahkan, untuk menjaga ketertiban pengguna frekuensi, pihaknya juga bekerjasama dengan KPID, karena izin frekuensi hanya bisa diterbitkan melalui KPID. “Workshop ini kita harap berkelanjutan seperti program kita yang selalu berkelanjutan, karena kita hanya mengundang pengguna frekuensi yang memiliki izin resmi,” tandasnya. (eza)

Related Search

Tags:
author

Author: