banner 728x90

TI Rajuk Aik Beram Cemari Sungai

banner 468x60

*Satpol PP Ingatkan Tindak Tegas Jika Kembali Beroperasi

MANGGAR – Tambang Inkonvensional (TI) jenis rajuk dan TI darat yang beroperasi di ‎Aik Beram, Dusun Langkang Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang yang diduga mencemari air sungai. Selain itu, tambang tersebut juga mengganggu mata pencaharian warga yang berprofesi sebagai pencari ikan.

Menindaklanjuti hal itu, ‎ Satpol PP Kabupaten Belitung Timur (Beltim) belum lama ini melakukan penertiban.Namun aksi Satpol PP Beltim kali ini gagal karena diduga bocor alias sudah diketahui pekerja dan pemilik TI Rajuk tersebut. Saat datang ke lokasi tak mendapatkan satu pun pekerja yang ada disana.

banner 300x250

“Berawal dari laporan warga kami lakukan penertiban. Namun disayangkan hal ini sudah bocor dan kami pun tidak menemukan pekerja di lokasi,” ungkap Plt Kepala Satpol PP Beltim, Ronny Setiawan saat berbincang dengan Belitong Ekspres, di ruang kerjanya, Selasa (10/1) kemarin.

Ronny menambahkan dari hasil penyelidikan di lokasi terdapat kurang lebih 18 set TI Rajuk di Aik Beram yang sedang tidak beroperasi, karena tidak ada satupun pekerja TI rajuk yang ditemui di lokasi.

“Tapi Kami juga berhasil mengamankan dua jerigen solar (40 liter) di lokasi Aik Beram sebagai barang bukti (BB) bahwa akan dipergunakan/mengoperasikan TI. Saat ini BB sementara disimpan di Kantor Satpol PP untuk menunggu pemilik dirigen mengambil, agar diketahui siapa pemiliknya,” ujar Ronny.

Menurut mantan Sekdin Dispora Beltim ini, dugaan sementara pelanggaran aktifitas TI rajuk tidak memiliki izin/illegal dan diduga melanggar kebijakan pertambangan, mencemari air permukaan (melanggar kebijakan lingkungan) dan berada di lokasi diluar peruntukkan bagi aktifitas tambang (melanggar kebijakan Zonasi dan tataruang).

“Karena itu kami lakukan penindakan sesuai dengan aturan. Karena mereka tidak memiliki izin atau ilegal dan diduga melanggar kebijakan pertambangan. Kami lakukan ini juga berdasar surat tugas,” tegas Ronny.

Satpol PP dalam melakukan penyelidikan tidak sendiri, mereka bersama dengan Kades Lintang, Babin Desa Lintang, BPD Desa Lintang dan staf Kecamatan Simpang Renggiang.

Ronny meneruskan ungkapan Kepala Desa Lintang, Indratno, ‎yang mengatakan bahwa Aktifitas TI Rajuk di Aik Beram telah berlangsung sejak Tahun 2014 silam. Dan, sebelumnya telah ada penolakan masyarakat seperti tercantum dalam Berita Acara Musyawarah Tingkat RT tentang Penolakan Penambangan Timah di Hilir Aliran Aik Beram Dusun Langkang Desa Lintang.

“Ternyata menurut Kades aktifitas TI Rajuk itu sudah ada sejak lama dan sebelumnya pun sudah pernah dilakukan penolakan oleh warga masyarakat agar tidak ada lagi aktifitas tambang rajuk di kawasan itu. Penolakan warga tertuang pada kegiatan musyawarah pada Tanggal 7 Maret 2014 lalu dengan kesimpulan menolak aktifitas TI Rajuk di hilir aliran Aik Beram Dusun Langkang,” tegas Ronny.

Dengan kembali adanya aktifitas TI Rajuk terbit kemudian kembali pihak Desa melakukan ‎rapat Kesepakatan bersama Penambangan Timah TI Rajuk Desa Lintang, tepatnya pada tanggal 18 Januari 2016 lalu. Rapat itu mendapat kesimpulan yang sama yakni melarang aktifitas TI Rajuk sampai dengan dibawa di rapat tingkat Desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ronny kembali menegaskan, jika memang kedepan masih ada ditemukan aktivitas dikawasan tersebut maka pihak Satpol PP tidak akan segan melakukan penindakan tegas . Penindakan akan bekerjasama dengan pihak yang berwajib untuk melakukan penertiban.

“Karena itu kami menghimbau kepada pekerja TI Rajuk agar tidak lagi melakukan aktifitas tambang di kawasan itu. Sesuai dengan kesepakatan bersama pihak Desa juga akan melakukan penindakan tegas bersama pihak Satpol PP dan juga pihak yang berwajib,” pungkas Ronny. (feb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: