banner 728x90

TI Rajuk Tanjung Ratu Di-Deadline Bongkar!!

banner 468x60

* Warga Sempat Nego Karena Sudah Setor Uang Koordinasi ke Oknum Aparat

POLRES Bangka mengambil tindakan tegas dengan meminta penambang yang melakukan aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di pesisir Pantai Tanjung Ratu menghentikan aktivitasnya. Penambang juga di-deadline agar memboNGkar peralatan tambang, Selasa (6/9) sore.

PANTAUAN Babel Pos, tim penertiban TI di Pesisir Pantai Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat bergerak setelah melakukan apel di Mapolres Bangka. Menggunakan kendaraan truk dalmas dengan puluhan anggota Polres Bangka, langsung mendatangi lokasi yang tersebar di tepi pantai hingga radius puluhan kilometer dari pesisir pantai.

banner 300x250

Kedatangan Polres Bangka sempat membuat penambang keluar dari area pertambangan. Beberapa diantaranya tampak menunggu di pinggir jalan lintas timur, sementara lainnya menghentikan aktivitas dan duduk di pondok-pondok seputaran TI. Tampak beberapa ponton TI yang berada jauh dari jangkauan terdengar suara mesin pertanda saat tim datang ada yang sedang beroperasi.

Perwira Polres Bangka mewakili Kapolres Bangka yakni Kasat Intelkam AKP Supriyanto didampingi Kapolsek Sungailiat AKP Samsul Bagya kemudian menemui para penambang. Supriyanto memberi arahan dan menyampaikan maksud kedatangan Polres Bangka ke lokasi tambang yang illegal ini.

Menurutnya, sesuai intruksi Kapolres Bangka, kepolisian harus bertindak tegas melakukan penertiban karena aktivitas tambang tersebut illegal. Polres Bangka juga telah mendapat sorotan karena dianggap melakukan pembiaran terhadap aktivitas tambang, namun tetap berusaha melakukan tindakan secara manusiawi.

“Kita mengerti bapak mencari makan di sini tapi harus dipahami juga posisi kami, kami dituding melakukan pembiaran pada lokasi yang tidak jelas legalitasnya ini. Dengan rendah hati mohon kerjasama supaya tetap membangun situasi kondusif. Perintah Pak Kapolres kami meminta ini dibongkar sendiri, kita butuh kerjasama bapak-bapak sekalian,” kata Supriyanto.

Para penambang kemudian sempat melakukan negosiasi untuk tidak dibongkar dengan alasan aktivitas tambang di areal tersebut menopang hampir 80 persen warga setempat. Selain itu, warga juga ingin diberi kesempatan bekerja sampai Idul Adha untuk mencari penghasilan guna memenuhi kebutuhan lebaran.

Alasan lainnya yang dikemukan, aktivitas tambang telah memberi sumbangsih bagi warga setempat seperti ke rumah ibadah. Namun karena telah berulang kali terjadi, aktivitas penambangan yang melibatkan ratusan ponton ini diminta harus bongkar. Sempat juga ada tawaran opsi lain, agar warga diberi kesempatan bekerja hingga hari Sabtu lalu hari Minggu tidak ada lagi aktivitas.

Terkait 2 opsi yang muncul, dibongkar kemarin atau menunggu hari Sabtu, Kasat Intelkam lebih dahulu akan meminta petunjuk Kapolres Bangka. Setelah menelepon Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana kemudian Kasat Intelkam mendatangi para penambang.

“Saya sudah hubungi Kapolres, perintah pak Kapolres dibongkar hari ini. Soal bongkar silahkan pilih, bapak yang bongkar, atau bongkar sama-sama. Kalau tidak ada yang¬† tidak angkat, kami akan mengangkat. Kami tidak ingin hal yang terjadi di Perimping juga terjadi di sini,” sebut mantan Kasat Sabhara Polres Bangka Tengah ini.

Walau sempat melakukan negosiasi agar ada penundaan dengan alasan air laut laut belum pasang dan dalam kondisi “taru” namun Polres Bangka tetap meminta dibongkar. Beberapa penambang juga sempat melontarkan ungkapan bahwa mereka telah melakukan setoran melalui seorang oknum aparat dari kesatuan Brimob termasuk beberapa kesatuan aparat lainnya, sehingga penambang terlihat kecewa apabila tetap ada penertiban dan pembongkaran.

“Sebenarnya kami sudah kumpul uang dan setor untuk koordinasi, itu katanya untuk berbagai pihak, harusnya tidak lagi ada (penertiban) begini,” keluh salah satu penambang.

Terkait hal itu, Kasat Intelkam meminta penambang memberi keterangan sebagai bahan laporan, tentang berapa jumlah yang disetorkan, untuk koordinasi ke siapa saja. Selain itu, sebagai langkah tegas akan diproses siapa yang memberi dan menerima “uang” koordinasi itu.¬† “Silahkan untuk hal itu (uang koordinasi) disampaikan ke kita, biar saya proses laporannya. Namun harus dipertanggungjawabkan, biar ditindak baik pemberi maupun penerimanya,” tegas Supriyanto.

Kemudian penambang diinstruksikan untuk melakukan pembongkaran pipa dahulu apabila masih sulit membongkar keseluruhan, sedangkan ponton TI bisa menunggu air laut pasang. Penambang juga dipersilahkan menyelesaikan aktivitas pencucian timah yang tersisa namun diminta usai itu langsung melakukan pembongkaran. Usai memberi arahan para penambang terlihat ada yang melanjutkan aktivitas, sebagiannya melakukan pembongkaran.

Polres Bangka sampai kemarin sore masih mensiagakan personilnya serta berencana menambah pasukan. Aktivitas penambangan yang juga terdapat TI rajuk tower tersebut tampak membuat lubang di berbagai tempat dan air menjadi keruh. Beberapa pondok-pondok terlihat berdiri dan dijadikan warung serta tembat teduh pada areal tambang yang berjalan sekitar 3 bulan ini.(trh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: