banner 728x90

Tidak Semua Kontraktor Penjahat

*Toyo Menyesalkan Pernyataan Bupati Beltim

MANGGAR – Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Kamarudin menyesalkan sikap Bupati Beltim, Basuri yang terkesan memojokkan semua kontraktor adalah penjahat. Padahal menurut pria yang disapa Toyo, tidak semua kontraktor itu penjahat.

Hal tersebut ditegaskannya, menanggapi penyataan bupati dimuat Harian Belitong Ekpres edisi Kamis (6/8) kemarin, yang menganggap kontraktor adalah Penjahat. Pernyataan itu dilontarkan Basuri lantaran gara-gara tipu muslihat kontaraktor, Plt Kepala DKP Beltim FE, jadi korbannya.

Kontraktor yang melarikan uang muka proyek, membuat FE terjerat kasus korupsi dan dijebloskan ke LP Cerucuk, Tanjungpandan, Belitung. Untuk itu, Bupati meminta keadilan dan perlindungan hukum anak buahnya, dengan berkirim surat ke Jaksaan Agung (Kejagung).

“Seharusnya seorang pimpinan tidak lah boleh mengeluarkan kalimat-kalimat seperti itu,” tegas Toyo kepada Belitong Ekspres, Kamis (6/8) kemarin.

Toyo mengatakan, tanpa adanya kontraktor dipastikan pembangunan di suatu daerah tidak akan berjalan. Karena itu, seorang pimpinan daerah tidak boleh menganggap semua kontaraktor itu penjahat.

“Sepengetahuan saya, kontraktor yang tergabung dalam Gapensi di Beltim dan Belitung (kontraktor lokal) belum pernah melakukan hal yang tidak benar. Apalagi sampai melarikan uang muka. Bila kontraktor melarikan diri seharusnya pemerintah tidak dirugikan,” katanya.

Mengapa pemerintah daerah tidak dirugikan, karena jika setiap kontraktor yang mengambil uang muka, harus membuat jaminan terlebih dahulu dari asuransi penjamin atau Bank.

“Nah, apabila ia (Kontraktor-red) lari, maka asuransi penjamin atau Bank yang akan membayar.  Jadi, dalam kasus Dermaga Pulau Ketapang, saya kira memang kelalaian dari SKPD itu sendiri. Kenapa jaminan uang muka yang disampaikan tidak diteliti terlebih dahulu, sebelum dicairkan,” jelasnya.

Apalagi lanjut Toyo, itu merupakan kontraktor dari luar daerah yang tidak jelas keberadaannya, baik itu alamat kantor dan rumahnya. Oleh karena itu, selaku Ketua Gapensi Beltim, Toyo menghimbau kepada seluruh SKPD di Beltim agar behati-hati dalam bekerja dan menentukan kebijakan.

“Dalam Undang Undang Tipikor sudah jelas menyebutkan bahwa kelalaian yang menguntungkan orang lain dan menyebabkan kerugian Negara, akan tetap mendapatkan sangsi hukum,” tutupnya. (feb)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: