banner 728x90

Tiga Sungai Beltim Terindikasi Tercemar

banner 468x60

MANGGAR – Tiga sungai di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), yakni Sungai Pala di Kecamatan Dendang, Sungai Lenggang di Kecamatan Gantung, dan Sungai Manggar di Kecamatan Manggar terindikasi tercemar oleh limbah aktivitas tambang dan rumah tangga. Namun tingkat pencemarannya tidak terlalu mengkhawatirkan dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena mayoritas pencemaran hanya terjadi di hilir sungai.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemulihan Kualitas Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Beltim, Suparman menjelaskan dari hasil penelitian BLHD limbah yang sangat menonjol di sungai berasal dari kandungan timah hitam (Pb).

banner 300x250

Penelitian ini dilakukan setiap tiga bulan pada tiga sungai tersebut, yang sampelnya diambil dari empat tempat yakni hulu, tengah hulu, tengah hilir, dan hilir sungai.

“Memang yang paling banyak tercemar itu di hilir sungai, karena ada endapan desakan air laut juga. Yang paling menonjol adalah kandungan timah hitam, ini jelas dari hasil aktivitas pertambangan,” ungkap Suparman saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (19/2) pekan lalu.

Didampingi Kepala BLHD Kabupaten Beltim, Arbaie, Ia menekankan tingkat pencemaran masih dalam batas normal, dalam artian air dari sungai-sungai tersebut masih aman untuk digunakan namun tidak bisa dikonsumsi. Hal ini sesuai pertauran Menteri Lingkungan Hidup No 2 tahun 2001 tentang Baku Mutu Air Limbah Sungai.

“Kalau dulunya memang keruh, cuman sekarang kalau kelihatan kasat mata masih aman atau bisa dikatakan melebihi batas mutu kelas 3 namun belum melampaui batas mutu kelas 2. Jika kita bicara tentang data series salah satu baro meter yang kita gunakan, air tersebut tidak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya tingkat pencemaran saat masih dalam tahap yang wajar, mengingat aktivitas pertambangan dan kesadaran masyarakat mulai tinggi. Saat ini pihak BLHD hanya sebatas melakukan tindakan preventif untuk mencegah pencemaran seperti dengan melakukan razia terhadap aktivitas tambang yang melanggar izin lingkungan.

Kedepannya BLHD akan mengusahakan untuk melakukan pembersihan pencemaran dengan melakukan penanaman bambu di pinggir bantaran sungai.

“Kalau kita masih dalam tahap pencegahan, atau menerima laporan dari masyarakat jika ada indikasi aktivitas pertambangan yang terindikasi di aliran sungai. Mungkin ke depan kita akan melakukan penanama pohon bambu untuk menetralisir pencemaran di aliran sungai,” tuntasnya. (feb)

 

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: