banner 728x90

Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar Pengaruhi Ekonomi Belitung

Ilustrasi

belitongekspres.co.id, BANDUNG – Naiknya harga tiket dan bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan tentu berpengaruh terhadap perputaran uang di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Terutama dari sektor pariwisata Babel khususnya Kabupaten Belitung.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel Tantan Heiroika usai menghadiri kegiatan Capasity Building Bank Indonesia dengan puluhan Wartawan Ekonomi Babel di Hotel Grand Tjcokro Bandung, Kamis (31/1).

“Untuk Babel sendiri berpengaruh, apalagi Belitung pariwisatanya. Maka dari itu perlu dicari titik keseimbanganya” kata Tantan kepada Belitong Ekspres.
Tantan menyebutkan, berdasarkan data yang mereka terima di tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Belitung sekitar 450 ribu wisatawan dan 14 ribu di antaranya wisatawan nusantara. “Untuk Belitung ini masih didominasi oleh wisatawan nusantara,” ujarnya.

Namun, tiket mahal dan bagasi berbayar ini menurutnya akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Belitung pada tahun 2019. Jika kunjungan wisatawan menurun, sudah pasti perputaran uang di Kabupaten Belitung akan ikut turun.

“Kita lihat sudah mengalami inflow, sebelumnya outflow hanya saja karena ini baru. Jadi kita belum tahu berapa penurunan perputaran uang di Belitung itu,” ungkap Tantan.

Di sisi lain, kata Tantan BI ada kas titipan sebesar Rp 250 miliar di Belitung, yang di kelola oleh Bank Mandiri. Manfaatnya antara lain, pertama perbankan memiliki ketersediaan uang yang layak edar untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya.

Kedua, perbankan memiliki akses lebih cepat untuk mendapatkan Uang Layak Edar (ULE) dan l atau Uang Hasil Cetak Sempurna (HCS) dalam jumlah yang cukup. “Kas titipan kita ada di Belitung, tiap bulan selalu kita pantau,” terangnya. (rez)

Related Search

Tags:
author

Author: