banner 728x90

Tim Gakum Razia Tambang Ilegal

Tim Gakum KLHK RI Seksi Wilayah 3 Sumatera bersama Gakum di wilayah Bangka Belitung menertibkan tambang ilegal di Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Rabu (11/2).

//Dihalangi Warga Saat Hendak Bawa Alat Berat
//Dianggap Bersumbangsih untuk Pembangunan Desa
RIAU SILIP – Tim Gakum KLHK RI Seksi Wilayah 3 Sumatera bersama Gakum di wilayah Bangka Belitung menertibkan tambang ilegal di Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Rabu (11/2). Sempat menahan 3 unit alat berat jenis excavator/PC dan alat tambang namun kemudian terpaksa dilepas setelah puluhan warga dipimping Kades Cit, H. Ardani meminta PC tak dibawa.
Pantauan Babel Pos, operasi penertiban ini telah dimulai sejak pagi hari dengan membawa 50 lebih personil gakum KLHK RI gabungan. Beberapa personil pun didukung senjata laras panjang serta didampingi PM Kodam Sriwijaya karena disinyalir lokasi tambang milik CV. Trenggiling Persada dibekingi oknum satuan TNI.
Lokasi tambang di Dusun Trenggiling Desa Cit ini diketahui berada pada kawasan area hutan produksi. Awalnya penertiban tidak mendapat perlawanan berarti, tim gakum berhasil mengamankan peralatan tambang ke mobil termasuk 3 unit alat berat PC yang dibawa ke tepi jalan dan siap diangkut.
Namun kemudian masalah timbul saat warga menahan PC dibawa oleh tim Gakum. Situasi pun sempat memanas karena warga menolak yang dirazia hanya satu lokasi tambang saja, sebab ada tambang lain di lokasi itu. Sempat tertunda beberapa jam kemudian warga bersama tim Gakum dan kepolisian kemudian melakukan negosiasi.
Untuk mencegah supaya tak terjadi hal tak diinginkan, Tim Gakum kemudian mengikuti permintaan warga untuk tidak membawa PC
Hal ini pun dituangkan dalam surat pernyataan warga ditandatangi Kades Cit H. Ardani diatas materai 6.000. Dalam pernyataan H.Ardani bersama warga, meminta PC milik CV. Trenggiling Persada tak dibawa karena merupakan sumber pendapatan pembangunan Masjid Anur Kampung Air Trenggiling, Desa Cit. Surat pernyataan itu ikut ditandatangani puluhan warga lainnya.
Tim kemudian pulang dengan meninggalkan alat bukti penambangan berupa 3 unit alat berat jenis escavator, serta sejumlah peralatan tambang seperti mesin, selang dan pipa dikembalikan. Namun tim gakum masih menahan salah satu warga atas nama Nandar untuk dimintai keterangan sampai 1×24 jam untuk statusnya apakah diproses hukum lebih lanjut atau dilepas.
Tak jadinya penahanan alat berat itu menurut Kades Cit, Ardani karena masyarakat merasa tambang itu banyak kontribusi untuk membangun di desa, salah satunya masjid. Lahan tambang yang ia ketahui milik PT.Inhutani itu ia akui ditambang, namun sebagai kades ia mengaku tak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait tambang itu.
Disinggung siapa pemilik, Ardani mengaku tidak mengetahui milik siapa tambang itu. Ia mengaku tidak melarang namun tidak menyuruh beraktivitas. Bantuan yang diberikan pihak penambang ia anggap istilahnya adalah “sedekah”.
“Saya hanya mengetahui saja aktivitas tambang ini. Alat ini katanya mau dibawa ke hutan tapi masyarakat di sini menolak karena banyak sumbagsihnya di sini,” ujar Ardani.
Sementara itu, Samsuarno selaku Kanit Operasi Ditjen Gakum KLHK Seksi III Wilayah Palembang dalam penertiban kemarin mengatakan, pihaknya hendak melakukan eksekusi dan membawa alat tambang. Namun karena masyarakat tidak setuju maka dibatalkan untuk diangkat guna meredam emosi masyarakat. Pihaknya dalam melakukan penertiban setelah mendapat informasi aktifitas tambang ilegal itu dari petugas KLHK di Bangka.
“Ini pelanggarannya masuk hutan lindung yang tak memiliki izin.  Setelah mendapat laporan dan menurunkan intelejen kita bertindak karena kerusakannya cukup parah,” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut atas penertiban hal ini. Sejauh ini pun ada indikasi keterlibatan oknum aparat dalam kegiatan tambang ilegal ini. Terkait alat berat yang tak berhasil dibawa itu dikembalikan sementara ke lokasi tambang akibat desakan warga.
Namun apabila ada aktifitas lagi maka pihaknya akan bertindak lagi. Selanjutnya, tim Gakum akan melakukan evaluasi atas hasil penertiban dan mempelajari kelemahan penetiban yang tak berhasil membawa barang bukti tambang ilegal itu.
Gagalnya Tim Gakum membawa barang bukti tambang ilegal tersebut tampak pulang tanpa hasil. Dalam penertiban kemarin sempat terlihat mendatangi Kapolsek Riau Silip Iptu Irwan dan Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Rio untuk ikut mengamankan warga yang mengepung di dekat alat berat.(trh)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: