banner 728x90

Timgab Gencar Lakukan Razia

*Jalankan Amanat Perbup Kafe, Rumah Makan, Panti Pijat dan Tempat Rekreasi

TANJUNGPANDAN-Tim Gabungan terus gencar melakukan razia dalam rangka menciptakan kondisi yang aman di bulan Ramadan. Razia khususnya dikaitkan dengan Peraturan Bupati (Perbup) No 20 tahun 2015 Perbup  tentang Perubahan Perbup Nomor 19 tahun 2015 tentang penyelenggara usaha hibruran, rumah makan dan rekreasi pada bulan ramadan dan hari-hari besar keagamaan tertentu di Kabupaten Belitung.  Dalam Perbup  tersebut dengan jelas dan tegas disebutkan tempat hiburan seperti bar, kafe, karaoke, game net, spa, panti pijat, dan sejenisnya harus ditutup selama bulan Ramadan.
Timgab merazia sejumlah kafe dan panti pijat Sabtu (27/6) malam, akhir pekan lalu. Timgab kali ini terdiri dari unsur Polsek Tanjungpandan, Satpol PP dan Polisi Militer (PM) TNI AD. Dalam razia ini, timgab menyisir hampir seluruh kafe dan panti pijat di wilayah Belitung. Meski seluruh kafe di Belitung dipastikan tutup, namun Timgab menemukan adanya warung remamg-remang yang diduga menjual minuman keras jenis tuak.
Pantauan Belitong Ekspres, razia dimulai dari arah Dukong. Di tempat yang identik dengan kafe-kafe ini, timgab tidak menemukan adanya kafe yang buka. Bahkan, bisa dipastikan kafe di tempat tersebut tutup total. Sebab, di depan pintu kafe di lokasi ini, bertuliskan “Tutup”.
Razia dilanjutkan menuju ke Jalan Pilang. Di lokasi ini, tepatnya sekitar 100 meter dari Jeramba Pilang ditemukan adanya warung remang-remang yang buka. Setelah diperiksa, warung tersebut menjual minuman haram jenis tuak atau arak.
Mengetahui hal tersebut, Timgab memeriksa kelengkapan izin jual minuman alkohol dan izin keramaian. Namun, warung tersebut tidak memilikinya. Namun, sayangnya Timgab hanya mengamanakan satu teko minuman tuak ini.
Sebab, minuman tersebut hanya itu yang tersisa. Meski di warung remang-remang ini banyak pengunjung yang pesta miras, Timgab hanya membubarkan mereka. Bahkan ada salah satu orang yang dalam kondisi mabuk sempat marah-marah, lantaran minuman tersebut hendak dibawa aparat.
Namun beruntung banyaknya anggota Pol PP dan Polisi yang sigap, sehingga salah satu pemabuk ini memilih untuk meninggalkan lokasi. Pemilik warung remang-remang yang enggan disebutkan namanya mengaku, dirinya tidak mengetahui kalau minuman yang ia jual melanggar peraturan daerah (perda).
“Inikan minuman tradisional. Dan juga tidak berbahaya. Tapi, kenapa kok disita. Kami juga belum tahu mengenai perda tersebut,” ujar pemilik warung remang-remang ini kepada Belitong Ekspres, di lokasi.
Usai dari warung remang-remang, razia dilanjutkan menuju panti pijat di Simpang Membalong.Di tempat tersebut, Timgab tidak menemukan adanya panti pijat yang buka. Seluruh panti pijat di lokasi ini tutup.
Kasatpol PP Kabupaten Belitung  Alkar mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut keluhan dari ormas-ormas dan LSM. “Kita sudah melakukan pengecekan ke sejumlah kafe dan panti pijat dan hasilnya tidak ditemukan adanya tempat tersebut yang buka,” katanya.
Dijelaskan Alkar mengenai pengerebakan warung remang-remang yang menjual minuman keras jenis tuak. menurutnya, minuman tersebut sudah diatur di dalam perda. “Minuman itu bisa memabukan. Untuk selanjutnya, kita akan terus awasi warung tersebut,” jelasnya.(kin)

Related Search

Rate this article!
author

Author: