banner 728x90

TNI/Polri ‘Keroyok’ Sampah Sungai Siburik

Jajaran anggota TNI/Polri dan masyarakat pelaku wisata bergotong royong membersihkan Sungai Siburik, Jumat (21/9) kemarin.

TANJUNGPANDAN – Tumpukan sampah organik dan non organik, selalu menjadi pemandangan tak sedap di sepanjang Sungai Siburik, Tanjungpandan. Mengatasi hal tersebut, Jajaran TNI, Polri, dan Instansi lain di Belitung, kembali bahu membahu membersihkan sungai tersebut, Jumat (21/9) kemarin.

Dibantu puluhan masyarakat dan sejumlah pelaku pariwisata, tumpukan sampah yang tertebaran di sungai itu dapat dibersihkan. Sebelumnya, acara yang digagas Kodim 0414 Belitung ini sudah beberapa kali dilakukan.

Adapun tujuannya tak lain, untuk menjadikan Negeri Laskar Pelangi bebas dari sampah. Agar memberikan kesan positif bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, saat berkunjung ke Belitong. Apalagi, pulau ini akan menjadi destinasi pariwisata dunia.

Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Indra Padang mengatakan, dirinya mengapresiasi sejumlah instansi maupun pelaku pariwisata, yang ikut membantu programnya, untuk menjadikan Pulau Belitong terbebas dari sampah.

“Kegiatan yang dinamai Karya Bhakti Terpadu ini, juga dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73, tahun 2018. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat bermanfaat,” ujar Letkol Inf Indra Padang kepada Belitong Ekspres.

Dia meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peka dan peduli dengan kebersihan. Apalagi, aliran sungai mengalir di tengah Kota Tanjungpandan.

“Sungai merupakan tempat air mengalir. Tapi kenyataan sekarang sungai juga sebagai tempat pembuangan sampah yang menumpuk, khususnya di Siburik,” kata Letkol Inf Indra.
Menurutnya, kondisi Sungai Siburik sangat memprihatinkan. Sebab, tumpukan berbagai sampah organik maupun non organik menjadi pemandangan kurang sedap, sehingga dapat menimbulkan penyakit.

“Sungai ini (Siburik,red) sudah tidak pantas lagi ada di tengah tengah kota. Airnya sudah tidak bisa mengalir dengan adanya tumpukan sampah yang menyumbat di bawah kolong jerambah (Jembatan),” tuturnya.

Indra menambahkan, solusi untuk mengatasi masalah ini, yakni terus diadakannya bersih-bersih semacam ini. Serta membuat larangan kepada masyarakat yang hendak membuang sampah ke sungai.

“Selain Siburik, juga ada beberapa tempat lain yang harus dibersihkan. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan ke tempat-tempat wisata dan aliran sungai lainnya. Sehingga Tanjungpandan, menjadi bersih dan asri,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: