banner 728x90

Turun ke Lokasi TI Ilegal Tanjung Ratu

banner 468x60

*Polisi Kembali Cuma Beri Peringatan

SUNGAILIAT – Polres Bangka kembali mendatangi lokasi tambang tak berizin alias illegal di pesisir Pantai Tanjung Ratu Desa Rebo Kecamatan Sungailiat, kemarin (26/10). Untuk kesekian kalinya Polres Bangka meminta para penambang membongkar peralatan Tambang Inkonvensional (TI) rajuk karena telah berulang kali diperingatkan.

Kabag Ops Polres Bangka Kompol Ridwan Radjadewa yang memimpin penertiban kemarin mengatakan penertiban terhadap ponton TI rajuk yang masih berada dalam lubang camui itu karena penambang tidak bisa menunjukkan izin resminya. Penambang sempat menyatakan izin sedang diproses namun ditegaskan Kabag Ops, aktivitas tambang harus berhenti dahulu.

banner 300x250

“Kita minta mereka menghentikan dulu aktivitasnya sampai izin selesai diproses. Setelah dikeluarkan izin baru boleh bekerja,” sebut Kabag Ops di lokasi tambang Pantai Tanjung Ratu.

Menurutnya, penertiban dilakukan secara bersama dengan melibatkan personil dari Polres Bangka, Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Polsek Sungailiat dan Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka. Tim mengancam akan membongkar paksa ponton dan peralatan tambang TI rajuk yang menambang timah secara ilegal. Sempat disiapkan juga 1 unit alat berat jenis excavator untuk membongkar paksa ponton dan peralatan tambang ilegal tersebut.

“Sebelumnya kita sudah memberikan peringatan kepada masyarakat, supaya menghentikan aktivitasnya sebelum izinnya keluar. Lokasi ini memang masuk dalam IUP PT Timah, tapi izinnya masih belum keluar, masih dalam proses. Jadi, sebelum terbitnya izin, tidak boleh bekerja. Nanti setelah keluar izin, baru bisa bekerja. Hari ini kita meminta penambang untuk sekarang juga membongkar peralatan tambangnya. Apabila mereka tidak mau membongkar, maka dari pihak aparat yang akan membongkar,” tegasnya.

“Kita sudah mempersiapkan alat berat, apabila masyarakat penambang ini tidak melakukan apa yang sudah diperintahkan, maka kita yang akan melakukan pembongkaran,” sambungnya.

Sementara itu Kades Rebo, Fendi SH, membenarkan adanya perusahaan Mitra PT Timah yang sedang mengurus perizinan, agar masyarakat bisa menambang secara legal. Terkait razia yang dilakukan tim gabungan Fendi menyerahkan semuanya dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Iya, memang sedang diurus izinnya. Tapi izinnya belum keluar, dan mereka tidak bisa bekerja. Intinya, serahkan kepada aparat yang berwenanglah, ada kepolisian dan Satpol PP, sesuai dengan aturannya,” sebutnya. (trh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: