banner 728x90

Ujian Hukum Indonesia

KASUS hukum Dahlan Iskan di-blow up bukan karena ia raja media di Indonesia dalam hal ini Jawa Pos Group. Tapi murni menampilkan ke publik tentang hukum Indonesia yang masih saja mengalami ujian demi ujian. Masyarakat Indonesia terutama para pembaca, pendengar siaran radio atau yang menyaksikan televisi semakin hari semakin cerdas. Rata-rata pendidikan orang Indonesia sudah demikian baik. Tentu dapat melakukan telaah sendiri terhadap materi atau informasi yang dipaparkan ke publik melalui media massa. Lalu hendaknya dapat menyimpulkan sendiri dan mengambil sikap.

Hal penting lainnya kasus itu menarik terus menerus ditampilkan ke publik karena Dahlan Iskan yang mantan Menteti BUMN, mantan Dirut PLN dan pemenang konvensi Presiden Partai Demokrat waktu lalu. Menyandang status itu dan sepak terjangnya dalam bekerja selama ini, kemungkinan Dahlan memiliki musuh politik sangat besar. Apalagi gaya memimpinnya sewaktu menjabat Menteri BUMN dan Dirut PLN memang koboi, mencari solusi dengan secepat kilat, anti KKN, dan terbukti banyak sudah perubahan mendasar yang dilakukannya. Perubahan yang tidak wacana itu tentu memberangus orang-orang yang selama ini terbiasa “senang” dengan kekuasaan dan kekayaan tanpa memikirkan hasil baik untuk negara. Pengabdiannya waktu dulu itu juga benar-benar tulus. Paling tidak dengan tak maunya Dahlan mengambil gaji dan fasilitas karena ia sudah merasa “cukup” dengan kekayaan pribadinya itu.

Tapi kemudian lawan-lawan politiknya, orang-orang yang sakit hati karena dulu diberangus “kesenangannya” mengambil keuntungan pribadi tanpa memikirkan kemajuan perusahaan daerah atau negara itu, memakai hukum untuk balas dendam. Dengan berbagai alasan hukum yang tak masuk akal digunakan menjerat Dahlan. Dari rangkaian sidang Dahlan yang dijerat sewaktu menjabat Dirut Perusahaan Daerah Jatim itu sudah jelas-jelas terungkap adanya rekayasa hukum. Tapi Dahlan terus dipojokkan. Kesan titipan penguasa kalau Dahlan harus dipenjara dengan cara apapun sangat kentara sekali. Ikutilah jalannya sidang yang di-blow up di media massa itu, maka siapapun yang membaca akan geleng-geleng kepala dan tahu kalau Dahlan dicari-cari salahnya.

Sidang Dahlan terkait perusahaan daerah Jatim itu hampir memasuki babak akhir, pembacaan putusan. Dahlan sudah membacakan pembelaannya yang diketik sendiri dan memakai bahasanya sendiri yang cair dan mengalir. Sebelumnya JPU juga sudah membaca tuntutannya. Semua pihak, termasuk para tokoh-tokoh nasional sudah silih berganti memberikan dukungan ke Dahlan. Tanpa ragu akan takut kalau dikatakan berpihak. Tentu karena keyakinan kalau rasanya tidak mungkin Dahlan melakukan kegiatan korupsi itu.

Dalam hal inilah hukum di Indonesia sedang dalam masa ujian lagi. Dan pada saat bersamaan, upaya hukum yang ditegakkan KPK juga mengalami ujian dengan diterornya penyidik dan jaksa. Pelemahan Dahlan dan KPK akan memberi kebahagiaan bagi mereka yang selama ini merasa dendam kesumat karena perilaku koruptif mereka dihambat atau dijerat hukum.

Maka tak ada cara lain untuk mengawal reformasi hukum itu dengan mengembalikan kepada publik. Biarkan publik yang membaca, memahami lalu berharap ada aksi positif yang dihasilkan. Mari sama-sama kawal reformasi hukum kita agar selalu tegak berlandaskan keadilan yang berdasarkan Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan prinsip hukum itu sendiri.***

Related Search

Rate this article!
Ujian Hukum Indonesia,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: