banner 728x90

Undangan Palsu?

banner 468x60

ENTAH bagaimana perasaan yang berkecamuk di dada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengetahui dirinya tidak diperbolehkan memasuki wilayah negara Amerika Serikat oleh US Custom n Border Protection. Apalagi pemberitahuan itu didapatkan dari maskapai penerbangan Emirates saat dirinya dan rombongan akan menaiki pesawat. Tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang dirasakan Panglima dari sebuah negara besar bernama Indonesia ini. Seorang yang normal saja, tentu akan terasa sakit jika terjadi penolakan memasuki sebuah negara tertentu, apatah lagi ini seorang panglima

banner 300x250

Padahal sejatinya, panglima berangkat ke negara kapitalis tersebut adalah dalam rangka memenuhi undangan negara yang bersangkutan. Adalah seorang Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford Jr yang mengundang Panglima Gatot untuk menghadiri acara Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs).

Walaupun Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryato dalam penjelasannya mengatakan bahwa panglima hanya kecewa dan hubungan kerja sama militer Indonesia dan Amerika Serikat masih terjaga dengan baik, serta insiden itu tidak sampai merusak hubungan kedua negara, namun di balik itu banyak hati warga negara yang terluka. Banyak yang sedih bahkan merasa tersinggung dan muncul rasa patriotisme mereka mendengar kejadian tersebut. Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah gerangan sehingga terjadi penolakan itu.

Jenderal Gatot sendiri yang merupakan representasi negara terhadap kehadirannya dalam undangan acara tersebut, menanggapi penolakan itu, telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo melalui ajudan, Menteri Luar Negeri dan Menkopolhukam serta berkirim surat ke pemberi undangan helat, Jenderal Joseph F Durfort Jr. Melu Retno pun kemudian sudah berbicara dengan Dubes AS untuk Indonesia Joseh R Donovan dan sang dubes mengatakan bahwa hal itu terjadi akibat ada persoalan internal. Namun tidak dirinci persoalan internal apa. Joseph hanya menyampaikan permintaan maaf melalui siaran persnya.

Kejadian ini pun kemudian memunculkan analisa-analisa yang kebanyakan menduga bahwa dilarangnya Panglima Gatot masuk ke Amerika diduga kuat karena dia selama ini terkesan dekat dan mesra dengan kalangan ulama dan umat Islam. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan dimana sangat rawan dan rentan dengan kisruh SARA, Jenderal Gatot cenderung membela umat Islam. Bahkan dengan tegas dalam sebuah siaran televisi Jenderal Gatot merasa tersinggung saat aksi umat Islam dituding akan melakukan makar saat demo besar-besaran menuntut penista agama dipenjara. Keberpihakan Jenderal Gatot makin terang-terangan dengan ulama dan kaum muslimin dengan mengunjungi kantong-kantong pendidikan umat Islam dan masjid-masjid.

Menilik dari konstalasi politik negeri Paman Sam usai terpilihnya Donald Trump menjadi persiden Amerika Serikat, memang terlihat adanya kebijakan yang anti Islam. Trump saat terpilih dengan terang-terangan mengeluarkan pernyataan akan meresmikan larangan umat muslim masuk AS dan akan keluarkan larangan visa untuk 7 negara muslim. Banyak kalangan melihat hal tersebut diduga menjadi pemicunya. Semua boleh menduga-duga ataupun memberi pandangan serta membuat teori sendiri. Namun sebagai warga negara kita patut marah jika pemimpin kita, terutama yang memegang peran sentral angkatan bersenjata di negara ini dilecehkan, walaupun oleh negara adi kuasa semacam Amerika Serikat.

Sudah saatnya, kita gunakan bargaining politik yang lebih kuat sehingga negara manapun di dunia ini tidak bisa seeenaknya mempermainkan negara kita. Presiden sebagai kepala pemerintahan juga harus menunjukkan tindakan nyata yang membuat warga negaranya bangga. Jangan hanya diam ataupun menyerahkan semuanya kepada bawahan. Kita tidak akan bisa bayangkan jika kejadian tersebut dibalik, Panglima Amerika Serikat yang kita undang kemudian kita tolak masuk ke negara kita ini. Bagaimana reaksi warga negara mereka? ***palsu.html#.We7n_LAxXIU#ixzz4wPKG2935

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Undangan Palsu?,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: