banner 728x90

Wabup Apresiasi BPOM Pangkalpinang

banner 468x60

MANGGAR – Wakil Bupati Beltim Burhanudin mengapresiasi kegiatan sosialisasi tentang obat dan makanan yang dilaksanakan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, yang dilaksanakan di Kabupaten Beltim.
Bertempat di Guest Hotel, peserta yang terdiri dari pelaku usaha, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, pers dan Pemerintah daerah, mendengarkan paparan Kepala BPOM Pangkalpinang.
Wabup Beltim Burhanudin berharap ada tindak lanjut pasca sosialisasi seperti pengawasan ke lapangan. Sehingga setiap pemangku kepentingan mengenal dan mengetahui jenis obat-obatan yang beredar maupun dilarang beredar.
“Kita berharap melalui sosialisasi ini untuk obat-obatan dan makanan, Pemerintah bersama BPOM harus melakukan kroscek ke lapangan. Terus obat jenis jenis apa saja yang dilarang, yang ada, itu harus diumumkan kepada masyarakat secara luas sesuai instruksi Gubernur,” ujar Wabup, Selasa (5/12) kemarin.
Menurut Wabup, kenakalan remaja yang disebabkan penyalahgunaan obat menjadi permasalahan serius di Kabupaten Beltim. Usia remaja yang selalu diliputi rasa ingin tahu, membuat remaja terjerumus menggunakan obat-obatan sebagai gaya hidup.
“Kita (Beltim, red) sudah cukup tinggi kenakalan remaja akibat terdampak obat-obatan ini. Sebenarnya obat ini tidak masalah tapi dibuat masalah oleh anak kita sendiri. Ini harus kita tindak lanjuti dan mulai hari ini BPOM sudah melakukan sosialisasi bersama stakeholder di daerah,” jelasnya.
Wabup Beltim juga meminta implementasi berikutnya adalah membentuk tim terpadu yang diarahkan pada pengawasan, pembinaan kepada masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah di tingkat bawah.
“Implementasi berikutnya, kita akan bentuk tim Pemda bersama dengan BPOM, Satpol PP, polisi untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui Kecamatan, toko-toko dan sekaligus razia,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Pangkal Pinang Rossy Hertati mengakui bahwa penyalahgunaan obat-obatan sudah menjadi semacam kejahatan kemanusiaan. Bahkan, Kepala BPOM RI telah mencanangkan pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat.
“Salah satu strategi itu adalah pencegahan, dengan melakukan sosialisasi. Makanya perlu melibatkan semua elemen di masyarakat, mulai dari pelaku usaha, masyarakat dan pelajar, Pemda tentunya. Itu harus bahu membahu melakukan upaya-upaya dari sisi pencegahan,” ujarnya lagi.
“Kalau dari pengawasan sudah ada instansi masing-masing, penindakan juga. Dari sisi pencegahan inilah perlu melibatkan semuanya. Tanpa itu, pengawasan tidak akan terasa dampak luasnya. Pencegahan juga mengantisipasi meluasnya penyalahgunaan khususnya obat dan makanan,” imbuhnya.
Namun, kata Rossy, pengawasan bukan hanya obat dan makanan saja tetapi termasuk kosmetik dan makanan tradisional yang sering ditemukan kandungan berbahaya.
“Seperti yang disampaikan Wabup, Beltim darurat penyalahgunaan obat. Razia sudah menjadi program dan secara tugas pokok fungsi, Balai POM sebagai pengawas dan terjadwal dalam satu tahun. Nah salah satunya sosialisasi. Bukan hanya di Beltim tapi diseluruh Kabupaten/Kota di Bangka Belitung,” kata Rossy.
“Fungsi Balai POM menjamin keamanan produk yang beredar di masyarakat. Kita tahu walau fungsi sudah dijalan tapi masih marak ditemukan hal yang tidak diinginkan. Misalnya peredaran barang ilegal dan penyalahgunaan obat batuk,” tukasnya. (msi)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: