banner 728x90

Wabup Beltim Buka Sosialisasi SRG Lada

banner 468x60

 

caption; Foto bersama usai kegiatan sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) Lada Bangka Belitung (Babel), Kamis (26/10) kemarin, di Auditorium Zahari MZ.

 

banner 300x250

 

MANGGAR – Wakil Bupati Beltim Burhanudin membuka kegiatan sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) Lada Bangka Belitung (Babel), Kamis (26/10) di Auditorium Zahari MZ. Kegiatan dihadiri staf ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Sumini Yuli Astuti dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Beltim mewakili Pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan sosialisasi karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya petani di Bangka Belitung.
Perkebunan lada menjadi salah satu sub bidang perkebunan yang dikembangkan masyarakat berpuluh-puluh tahun lalu. Hingga kini, lada Bangka Belitung cukup dikenal dan menjadi komoditas perkebunan yang banyak diekspor.
Dikatakan Wabup, petani merupakan pilar ekonomi. Sebagai penghasil stok pangan nasional dan perlu dilindungi dalam bentuk kebijakan yang dituangkan dalam peraturan dengan tujuan mensejahterakan petani.
Salah satu bukti petani belum terlindungi adalah anjloknya harga jual ketika panen raya. Tak jarang, petani harus dihadapkan pada kerugian dan meminjam uang untuk menutupi modal dan pinjaman sebelumnya.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, adanya Undang-Undang nomor 9 tahun 2006 tentang sistem resi gudang merupakan salah satu bentuk perlindungan pemerintah terhadap para petani,” ujar Wabup.
Disampaikan Wabup, sistem resi gudang yang berbasis kerakyatan memiliki manfaat langsung menyentuh masyarakat. Masalah sektor pertanian yang tidak pernah selesai adalah panjangnya mata rantai tata niaga pertanian sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati harga yang lebih baik.
“Pedagang telah mengambil untung terlalu besar dari hasil penjualan. Dari awal berkebun, petani sudah meminjam kepada pemodal. Sampai waktu panen, petani sudah terbelit banyak hutang yang harus dilunasi,” ujar Wabup.
Dikatakan Wabup, sistem resi gudang bisa membantu petani mendapatkan harga yang lebih baik dengan menunda waktu penjualan. Selain itu, kualitas dan kuantitas tetap terjamin selama tersimpan di resi gudang.
“Sistem resi gudang dapat mengajarkan kepada petani untuk menghasilkan produk lada yang berkualitas. Melalui sosialisasi juga diharapkan partisipatif peserta apa saja yang menjadi kendala agar mendapat solusi terbaik,” harap Wabup.
Disamping itu, Wabup meminta OPD teknis yang terkait pertanian dapat menjalin sinergitas. Ini dimaksudkan agar mendorong petani perkebunan berhasil.
“Saya minta IPD kami sendiri, sinergitas kinerja OPD mendorong pertanian jangan biarkan petani jalan sendiri. Selama ini petani jalan sendiri, panen tidak tahu mau kemana menjual,” ujar Wabup.
Ia juga berharap koordinasi dan sinergitas terbangun dengan OPD di Provinsi. Sehingga kucuran anggaran dapat terbagi merata di seluruh Kabupaten/Kota se Babel.
“Hari ini saya minta Kabupaten dan Provinsi saling sinergi. Ada pemerataan anggaran pertanian. Selain itu, saya berharap penyuluh pertanian harus mampu turun ke lapangan ke setiap Desa dan dusun,” ulasnya. (msi)

 

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: