banner 728x90

Wabup Beltim Tutup  Wisuda Santri Tahfizh

banner 468x60

Wabup Beltim serahkan kenang kenangan kepada pihak Yayasan Desa Wisata Quran Hamasah.

MANGGAR – Yayasan Desa Wisata Quran Hamasah mewisuda Santri Tahfizh 30 hari menghapal 30 juz Quran, Kamis (7/6) kemarin. Selama sebulan, mereka dilatih menghapal Al Quran di Kabupaten Beltim sejak sebulan silam.
Santri yang berkumpul dan mengikuti program karantina Tahfizh Quran Nasional Batch Belitung Indonesia berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Salah seorang di antaranya berasal dari Kabupaten Beltim.
Saat menutup program tersebut, Wakil Bupati Beltim Burhanudin tak kuasa menahan air mata haru. Sambil terbata-bata, Wabup yang akrab disapa Aan mengaku bersyukur Kabupaten Beltim terpilih dan dipilih sebagai tempat para penghapal Al Quran.
“Belum pernah saya berpidato dan mengeluarkan air mata seperti ini. Rasa haru saya karena para Tahfizh Quran dari berbagai daerah hadir disini,” ucap Aan.
Aan sebagai pribadi dan atas nama Pemerintah daerah juga menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami sangat mensupport dan dukungan positif terhadap terlaksananya kegiatan ini di Beltim dan kami melihat mengamati apa yang telah dilakukan oleh Hamasah ini merupakan sebuah kegiatan yang luar biasa di daerah kami,” ungkap Aan.
Khusus Yayasan Desa Wisuda Quran Hamasah, Aan menyanjung tinggi karena mampu membina, mengayomi dan mendidik putra putri se Indonesia dalam upaya untuk menghapal Al Quran.
“Harapan kami semoga Hamasah ini juga bisa berkembang terus baik di Indonesia khususnya berimbas bagi putra putri kami di Beltim. Semoga Hamasah terus berkarya untuk anak bangsa dalam rangka menegakkan agama yang kita cintai, agama islam,” pesan Aan.
Dari sisi santri Tanfizh, Aan mengaku salut atas keteguhan hati para santri yang rela pergi jauh dari orang tua untuk menuntut ilmu menuju surga. Karenanya, pantas setiap orang tua berbangga dan mensupport mereka.
“Bagi yang mengikuti kegiatan hafizh Al Quran dari awal saya membuka kegiatan sampai dengan menutup dan hari ini pun mata saya masih berair. Artinya saya melihat bagaimana mereka meninggalkan orang tua mereka, mereka tidak pernah berkeluh kesah, tidak pernah meratapi sesuatu disaat mereka untuk belajar Al Quran secara tulus dan ikhlas,” kata Aan.
“Ini sebuah kegiatan luar biasa. Ini kegiatan yang harus disupport keluarga dan kita semua agar mereka menjadi seorang anak yang memahami Al Quran secara utuh,” tukasnya. (msi)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: