banner 728x90

Wagub Babel Dukung PT SWP Sebagai Industri Hilir Kelapa Sawit

Manager Ekspor Impor PT SWP William Wiriyanata menjelaskan cara kerja mesin pengolahan minyak sawit (palm olein) kepada Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, Kamis (2/5).

Manager Ekspor Impor PT SWP William Wiriyanata menjelaskan cara kerja mesin pengolahan minyak sawit (palm olein) kepada Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, Kamis (2/5).

belitongekspres.co.id, KELAPA KAMPIT – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah menyatakan sektor tambang tidak bisa lagi diandalkan dan mulai beralih menjadi sektor lain di Provinsi Babel merupakan upaya pergeseran nilai dalam masyarakat untuk membuka ruang sandaran ekonomi.

iklan swissbell

“Provinsi Bangka Belitung sejak awal berdiri, beberapa ratus tahun sebelumnya adalah mengandalkan tambang timah. Tetapi sekarang mengalami pergeseran nilai, bahwa tambang timah adalah sumber daya yang tidak terbarukan. Karena itulah dicari cara lain dalam membuka ruang sandaran ekonomi,” ungkap Wagub saat menghadiri pelepasan ekspor minyak kelapa sawit milik PT. SWP Kelapa Kampit, Kamis (2/5).

Dijelaskan Wagub, Kabupaten Belitung adalah salah satu contoh konkret, yang meninggalkan tambang dan beralih ke sektor pariwisata. Sementara Kabupaten Beltim mencoba maju melalui berbagai sektor industri.

“Salah industri hilir produk olahan kelapa kawit milik PT SWP. Itu adalah yang saya lihat, memang kita tidak perlu sama, tapi mari dengan perbedaan kita memiliki nilai tambah,” ujar Wagub.

Menurut Wagub, kurun waktu tahun-tahun terakhir, penjualan Tandan Buah Segar (TBS) mengalami fluktuasi. Bahkan harga jual TBS petani kelapa sawir di Bangka dan Belitung sangat berbeda.

“Jika Bangka di akhir-akhir ini harga TBS anjlok ke kisaran harga Rp350 dan Rp400 rupiah per kilogram. Sedangkan Belitung masih bisa bertahan di harga Rp1200 hingga Rp1400 perkilo,” sebut Wagub.

Wagub menyebut anjloknya harga TBS diakibatkan daya tampung pabrik tidak mampu menyerap TBS tersebut. Hal ini berdampak pada kesejahteraan petani kelapa sawit.

“Provinsi Bangka Belitung mencoba meretas permasalah ini melalui pembangunan pabrik pengolahan sawit mini yang sifatnya terbatas. Apabila terjadi kejenuhan pasar dan penerimaan TBS maka ini akan diserap pabrik-pabrik mini. Ini hanyalah salah satu cara,” ujar Wagub.

Meski demikian, sebenarnya ada yang lebih strategis sebagaimana dimulai PT Steelindo Wahana Perkasa yaitu mengemas hilirnya dalam bentuk olahan minyak sawit dan turunannya. Kedepan tentu dengan mendorong lebih banyak lagi produk hilir yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit di wilayah Bangka Belitung.

“Di masa mendatang program pemerintah difokuskan pada mendorong upaya pengembangan ekspor. Ini harus dikedepankan. Berbagai hal sudah dikemukakan, apa saja yang ada di Indonesia dan bisa didorong ekspor,” ulas Wagub. (msi/yud)

Related Search

Tags:
author

Author: