banner 728x90

Wartawan Posbel Dikeroyok?

banner 468x60

*Gara-gara Pemberitaan Aktivitas Tambang Pasir
*Ketua Perwabel Bantah Lakukan Pengeroyokan

Pertemuan di Kantor Harian Pos Belitung usai terjadinya dugaan pengeroyokan terhadap wartawan Disa Aryandi, (26/9) sore kemarin. Foto : ist

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Aksi tindak kekerasan terhadap jurnalis terjadi di Kabupaten Belitung. Wartawan harian Pos Belitung (Posbel) Disa Ariyandi (28) diduga dikeroyok dan dihajar oleh beberapa orang oknum LSM dan wartawan mingguan.

banner 300x250

Peristiwa dugaan pengeroyokan terjadi di Kantor Harian Pos Belitung Jalan Gaparman, Tanjungpandan, Selasa (26/9) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat tindak kekerasan ini, Disa yang merupakan warga Jalan Gajah Mada, mengalami luka memar di bagian wajahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologis kejadian bermula ketika sekelompok orang mengaku dari LSM Intel dan Perwakilan Wartawan Belitung (Perwabel) datang ke Kantor Pos Belitung sore itu. Mereka merasa keberatan dengan pemberitaan mengenai adanya aktivitas tambang pasir di eks Kaolin Martapura Jalan Air Kelubi, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan.

Pemberitaan itu diterbitkan media harian Pos Belitung pada hari Jum’at tanggal 22 September 2017. Kemudian, atas pemberitaan tersebut pihak dari Perwabel dan LSM Intel ingin mengklarifikasi isi dari berita kepada pihak penulis Disa Aryandi (korban) di Kantor Pos Belitung.

Usai diadakan pertemuan, pihak Perwabel dan LSM Intel merasa tidak puas dengan hasil klarifikasi dari korban. Lantas, terjadilah cek cok mulut yang berakhir dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan. Akibatnya, Disa mengalami Luka memar di bagian wajah sebelah kiri dan luka lecet di bagian tangan sebelah kanan. Tidak terima dengan kejadian itu, Disa kemudian melapor ke Mapolsek Tanjungpandan.

Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Tanjungpandan dan anggotanya, langsung datang ke Kantor Harian Pos Belitung.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, terkait dugaan kasus pengeroyokan terhadap jurnalis yang sehari-hari bertugas di Polres Belitung.

“Beberapa orang sudah kita lakukan pemeriksaan. Kami sudah melakukan rekonstruksi, pasca terjadinya kasus pemukulan ini,” ujar AKP Gineung kepada Belitong Ekspres, kemarin malam di Mapolsek Tanjungpandan.

AKP Gineung menambahkan, untuk sementara pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi-saksi. “Saat ini barang bukti yang kita terima adalah visum dari RSUD dan baju korban,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Wartawan Belitung (Perwabel) Yurman, membantah anak buahnya melakukan pengeroyokan terhadap wartawan Pos Belitung Disa Aryandi. Menurutnya, saat kejadian mereka hanya duel satu lawan satu.

“Kami tidak pernah melakukan pengeroyokan. Kita datang baik-baik,” ujar Yurman didampingi Ketua LSM Intel Ivan Haidari, kepada Belitong Ekspres saat ditemui di Kantor Perwabel di Jalan Anwar Tanjungpandan.

Pantauan Belitong Ekspres, hingga tadi malam pemeriksaan secara intensif terhadap korban, terduga pelaku dan saksi-saksi masih dilakukan di Mapolsek Tanjungpandan.

Kasus tindak kekerasan terhadap jurnalis tentunya tidak boleh dibiarkan dan harus diusut sampai tuntas. Pelakunya, juga harus ditindak sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.(kin)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: