banner 728x90

Waspada! Awan Cumulonimbus

banner 468x60

//Selimuti Babel, Hujan Lebat Disertai Petir
//Bagian Selatan Gelombang Capai 3 Meter
PANGKALPINANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pangkalpinang mengimbau masyarakat selalu waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di Bangka Belitung (Babel) beberapa hari kedepan. Salah satunya, potensi hujan lebat dan petir yang disebabkan awan cumulonimbus. Keberadaan awan berwarna hitam pekat itu juga berpotensi memicu ketinggian gelombang di sejumlah wilayah Perairan.
“Kondisi perairan gelombang, kira-kira secara umum ketinggiannya berkisar 0,5 hingga 1,5 meter. Ketinggian gelombang yang mencapai 2 hingga 3 meter berpotensi terjadi di perairan bagian selatan Babel. Kami imbau masyarakat khususnya para nelayan yang melakukan aktivitas di sekitar perairan tersebut agar waspada, terutama nelayan dengan kapal berukuran kecil,” imbau Staff Analisis dan Prakirawan Cuaca Stasiun BMKG Kelas I Pangkalpinang, rizki Adzani di ruang kerjanya, Senin (4/12).
“Setelah mendapat informasi dari kami, ada peringatan dini gelombang tinggi mungkin bisa menunda perjalanannya atau lebih waspada dengan meningkatkan safety (keamanan) saat melihat awan yang menjulang tinggi yang disebut awan cumulonimbus, yang dapat meningkatkan badai dan angin kencang, tetap ikuti peringatan dini yang kami berikan setiap hari,” pesan Rizki.
Untuk penerbangan sejauh ini, ungkap dia, sempat terganggu. Namun, dengan durasi singkat saat awan cumulonimbus tepat berada di atas bandara yang menyebabkan angin kencang.
“Kemarin juga kami beberapa kali sampaikan informasi ke tower. Ada beberapa pesawat yang delay, tapi cuma beberapa menit saja hingga cuacanya kembali membaik. Untuk jarak pandang dua hari ini hingga dua hari kedepan, berkisar antara 6 km hingga 8 km pada siang hari dan 5 km hingga 6 km pada malam hari, sedikit berkurang dibanding biasanya. Hingga beberapa hari kedepan kondisi perawanan di Babel masih cukup signifikan, cukup mempengaruhi jarak pandang yang menurun,” urai Rizki.
Ia menambahkan gangguan cuaca lain yang mempengaruhi kondisi cuaca di Bangka Belitung, yakni Edi atau sirklulasi angin. Berada di sekitar Perairan Kalimantan dan Kepulauan Riau yang mempengaruhi belokan angin di Babel sehingga menyebabkan pertumbuhan awan yang signifikan dan dapat menyebabkan hujan lebat yang disertai petir.
“Kemudian pada dini hari juga berpotensi terjadi hujan sedang disertai petir. Untuk beberapa hari kedepan, kondisi cuaca kita masih didominasi berawan disertai hujan ringan, beberapa wilayah juga disertai hujan sedang dan lebat disertai petir, namun sifatnya lokal saja, di wilayah Bangka Barat, sebagian Bangka Induk, Bangka Selatan dan Belitung Timur,” jelasnya.
Mengenai iklim tropis cempaka, lanjut Rizki, sudah meluruh disusul munculnya siklon tropis dahlia. Berdasarkan pantauan terakhir siklon dahlia sudah meluruh intensitasnya sehingga faktor yang ditimbulkan oleh siklon tropis itu juga sudah mulai berkurang.
“Memang faktor cuaca buruk akibat siklon tropis dahlia dan cempaka mempengaruhi wilayah perairan selatan Jawa, kemudian hampir di seluruh wilayah periaran Jawa dan selat sunda. Untuk Babel, menurut pantauan kami pengaruhnya sangat kecil, kurang signifikan atau kita tidak terpengaruh langsung dengan iklim tersebut,” pungkas Rizki. (fiz)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: