banner 728x90

Yusroni Resmi Tersangka Terkait Kasus ini

banner 468x60

MANTAN Bupati Bangka, H Yusroni Yazid SE ditetapkan sebagai tersangka terkait penyidikan atas dugaan terjadinya kerugian negara dalam proyek penambangan yang dinilai berkedok pengerukan di Pelabuhan Jelitik dan Air Kantung Sungailiat oleh PT Pulomas Sentosa sejak 2011.

PENETAPAN ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kasipenkum Kejati Babel), Roy Arland kepada wartawan di sela-sela pemeriksaan Bupati Bangka, H Tarmizi Saat terkait kasus yang sama dan Direktur PT Pulomas, Dennis kemarin sore menjelang magrib.  “Sementara ini 1 tersangka dengan inisial YY dulu. Berikutnya sedang terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan penyidikan,” ujarnya.

banner 300x250

Sayangnya, upaya Babel Pos mendapatkan konfirmasi kepada mantan Cawagub Babel berpasangan dengan Cagub Yusron Ihza Mahendra –dalam Pilgub Babel yang baru lalu– tidak berhasil.   Dua nomor HP Yusroni Yazid yang dicoba dihubungi tidak aktif.  Hanya saja, ketika status tersangka ini disampaikan kepada salah satu kerabatnya, sang kerabat itu kaget.  ”Kok bisa beliau yang jadi tersangka?” ujar sang kerabat itu.

Sementara itu, penetapan tersangka pada Yusroni Yazid penyidik dikatakan Roy sudah memiliki sedikitnya 2 alat bukti lengkap dan kuat. “Dokumen dan saksi-saksi sudah dikantongi penyidik semua. Jadi penetapan tersangka ini sebagai wujud keseriusan dalam penanganan kasus ini,” ucap Roy.

Pengembangan penetapan tersangka terutama dari pihak swasta (PT Pulomas) dikatakan Roy sedang dalam tahap pengembangan. Saat ini sendiri pucuk-pucuk pimpinanya sedang intensif diperiksa. “Dapat dilihat kawan-kawan pihak PT Pulomas sedang kita periksa. Terkait penetapan tersangka terus dikembangkan dan kita kumpulkan bukti-bukti dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, pemeriksaan sudah dilakukan minggu lalu terhadap Yusroni Yazid yang memfokuskan soal awal izin yang dikeluarkan semasa dia menjabat Bupati Bangka di tahun 2011.  Izin tersebut hanyalah untuk pengerukan  dan pendalaman pada alur muara Pelabuhan Jelitik.  Namun kenyataanya justeru aktivitas penambangan yang paling menonjol. Sedikitnya ada 3 penambangan yang dilakukan pihak PT Pulomas Sentosa berupa:  pasir timah, pasir bangunan dan kuarsa.

Dalam hal retribusi yang ada pihak pemerintah daerah juga sangat lunak dan memanjakan PT Pulomas. Terlihat dari kesepakan dua belah pihak itu retribusi yang awalnya Rp 12 ribu permeter kubik justeru turun menjadi Rp 3 ribu. Bahkan sempat diturunkan lagi jadi Rp 2.500 hingga kembali ke Rp 3 ribu itu.

Yusroni Yazid sendiri usai pemeriksaanya yang lalu sempat memberikan sedikit keterangan pers yang mana hanya membenarkan terkait izin awal pengerukan yang dikeluarkanya. “Tidak ada masalah atas izin yang saya keluarkan tahun 2011.  Itu izin pengerukan,” sebut mantan pejabat nomor satu di Pemkab Bangka itu.

Terkait retribusi yang sangat tak menguntungkan, Yusroni tak mau berkomentar banyak. Menurutnya memang benar adanya penurunan retribusi tersebut. Hal itu atas permintaan PT Pulomas Sentosa. “Mereka bilang biaya yang dikeluarkan (untuk pengerukan) itu bukan dari APBN ataupun APBD (jadi minta diringankan),” elaknya.

Saat dicecar sesungguhnya izin yang diberikan itu apakah pengerukan ataukah pertambangan? Justeru dengan enteng dia jawab pengerukan. Tetapi saat disinggung justeru aktivitas penambangan (oleh PT Pulomas Sentosa) Ketua Partai Persatuan Pembangunan Korwil Sumatera ini justeru menjawab, “itu bukan kewenangan saya,” elaknya enteng seraya masuk ke dalam mobil dan berlalu.

Tarmizi, Kemana?
Sementara, mantan Bupati Bangka H Tarmizi Saad kemarin, usai menjalani pemeriksaan intensif sejak pukul 09.00 WIB hingga  hampir  pukul 18.)) WIB mencoba kabur dari pantauan wartawan. Wartawan yang sedari awal menunggu di lantai bawah gedung Pidsus terkecoh karena pejabat nomor satu di Bangka ini keluar dari lantai atas menuju pintu utama. Namun  begitu beberapa wartawan berhasil mencegat, hanya memperoleh pengakuan adanya 30 pertanyaan yang diajukan penyidik saja.  “30 pertanyaan saja saya diperiksa,” cetusnya tanpa merinci lebih lanjut dan kabur menuju mobil jemputannya.

Khusus Tarmizi sendiri dalam kasus ini sudah 2 kali menjalani pemeriksaan. Dikatakan Roy di awal lalu pemeriksaan Tarmizi baru sebatas kepentingan penyelidikan. “Namun hari ini (kemarin.red) dia diperiksa dan diberitaacarakan (BAP). Ini dalam rangka penyidikan,” sebutnya.

Dennis Masih Saksi?
Direktur Cabang PT Pulomas, Dennis, dengan didampingi penasehat hukum, Adistya Sunggara dan Fauzan Hakim diperiksa  11 jam lamanya. Yakni sejak pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.  Dennis sendiri merupakan bos PT Pulomas yang pertama diperiksa selama penyidikan.

Adistya Sunggara katakan klienya diperiksa baru sebatas saksi. Pertanyaan menurutnya masih berkisar soal perizinan, penghasilan dan retribusi pada daerah. “Baru saksi saja, gak ada yang lainya. Kami kooperatif dan siap memberikan keterangan apa adanya,” sebut Adis seraya berlalu dari hadapan wartawan tadi malam.

Pemeriksaan bos-bos PT Pulomas yang lainya seperti Darmawan Nataadmadja, Suhartono  dan Sudarmaji  penyidik telah mengagendakan hari ini. “Mereka semua sudah dipanggil, namun meminta penjadwalan ulang. Maka dari itu esok (hari ini.red) kita jadwalkan. Semoga mereka hadir dan bisa menjalani pemeriksaan,” tandas Roy.(eza)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: