Distamben: Lokasi Tambang Sesuai Izin

by -

*Perusahaan Dinyatakan Masih Percobaan dan Dinilai Boros Solar

TANJUNGPANDAN-Permintaan Bupati Belitung  kepada Dinas Pertambanagn dan Energi (Distamben) Kabupaten Belitung agar masalah penambangan pasir di Padangkandis segera diselesaikan, ternyata sudah ditindaklanjuti. Dan, sesuai hasil peninjauan lapangan oleh Distamben,  PT Parit Mujur Sejahtera (PMS) menggunakan lokasi sesuai izin.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belitung Hendra Caya melalui Kepala Bidang Perizinan Mahfud mengatakan, tim dari Distamben sudah pernah mengecek ke lokasi izin milik PT Parit Mujur Sejahtera. Dan hasilnya mereka menggunakan lokasi sesuai izin.
“Permasalahan tambang pasir di Padang Kandis bukan persoalan izin. Kalau lahan dak masalah, hanya masalah pengolahan tambangnya, itu teknik pertambangan,” kata Mahfud, Jumat (11/9) kemarin.
Sayangnya, Mahfud enggan berbicara banyak tentang alat tambang. Menurutnya, itu tergantung UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup-Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung.  “Jadi untuk melihat benar atau endaknya itu ada di dokumen UKL UPL,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung Ubaidillah melalui Kasubudid Tehnik Amdal Maruli membenarkan jika alat yang digunakan PT Parit Mujur Sejahtera terbilang masih baru di Belitung. Teknologi yang sekilas mirip kapal isap itu dibawa dari Tiongkok dan dirakit di Belitung.
Pada prinsipnya, kata Maruli, perusahaan masih uji coba dengan alat itu. Mereka belum tentu menggunakan alat tersebut ke depan. Ia mendapat laporan, menggunakan alat itu malahan perusahaan merugi. Rugi karena membutuhkan solar yang banyak.  “Alasan mereka (hasil pasair,Red) selalu direject, ditolak pembeli karena kotor, makanya mereka menggunakan teknologi ini (model hisap,Red),” tambahnya.
Sebelum menggunakan alat seperti kapal isap, PT Parit Mujur Sejahtera menggunakan  eksavator untuk menggali pasir, lalu masuk ke truk dan masuk ke pencucian, baru ke tongkang. Hal inilah yang dikeluhkan pembeli, karena pasir masih kotor dan sering ditemukan akar. “Kalau alat sekarang dihisap, dicuci, lansung bersih,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, sebelumnya Bupati Belitung  Sahani Saleh meminta kepada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Belitung  untuk segera menindaklajuti persoalan tambang pasir di Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong. Bupati mengharapkan masalah tambang pasir ini segera selesai.
Persoalan ini sempat ditanyakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani pada sidang  paripurna, awal pekan ini. Persoalan tambang pasir di Desa Padangkandis ini, lanjut Taufi, lebih pada  alat yang digunakan. Menurutnya,  alat yang dipakai bisa mencapai kedalaman 50 meter sehingga justru menimbulkan tanda  tanya.
“Kemudian  tambang di Padang Kandis itu kalau pasir sembilan meter, kenapa pakai alat sampai 50 meter. Ada apa ini? Saya minta kepada seluruh komisi ini (DPRD,Red) bisa ditindaklanjuti. Kalau dengan alat 50 meter, apa yang diambil. Ini perlu menjadi kajian kita bersama,” tukas Taufik.
Sementara Fraksi Kebangkitan  Demokrat melalui Wahyu Afandi juga mempertanyakan hal serupa. Wahyu mempertanyakan saat sidang paripurna beberapa hari lalu. Masalah kedalaman hingga 50 meter menjadi hal yang dikhawatrikan bisa memunculkan masalah.(ade)