Sawindo Kencana Hanya Beri Pesangon Rp 11 Juta

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MUNTOK – Puluhan mantan karyawan perkebunan kelapa sawit PT Sawindo Kencana mengeluhkan pesangon yang diterima hanya Rp 11 juta per orang. Padahal, masa kerja lebih dari 10 tahun. Asmadi, salah satu mantan karyawan menjelaskan, selain dirinya terdapat 185 karyawan lainnya yang diberhentikan.
Tak hanya persoalan pesangon. Selama bekerja kata dia, tidak juga memperoleh hak seperti yang diatur dalam Undang-undang. Mulai dari jaminan kesehatan atau tenaga kerja, cuti, hingga Tunjangan Hari Raya (THR). “Untuk THR dibagikan dengan bervariatif, bukan sesuai dengan aturan yang sebenarnya,” keluhnya.
Untuk itu, Asmadi mengaku, ia dan rekan lainnya berinisiatif mendatangi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangka Barat (Babar), untuk memfasilitasi mendapatkan hak-hak mereka. “Kedatangan kami kesini untuk menyampaikan aspirasi kami kepada Pemda, agar PT Sawindo Kencana yang telah memperkerjakan kami selama 10 tahun lebih dapat membayar apa yang sudah menjadi hak kami yaitu pesangon yang sesuai dengan peraturan yang ada,” tegasnya.
Masih menurut Asmadi, pembayaran pesangon terkesan dipaksakan. Sebab, jika tidak mau mengambil maka uang tersebut akan dikembalikan ke perusahaan. “Padahal masa kerja mereka ini bukannya baru satu atau dua tahun bahkan sudah diatas 10 tahun, tetapi mereka hanya dibayar segitu. Ini kan sungguh tidak wajar, makanya kami kesini mengharapkan bantuan pemda untuk memediasai antara pekerja dengan perusahaan. Agar pesangon yang diberikan kepada mereka ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang ketenagakerjaan, kasian mereka ini orang kecil, jadi janganlah dibodoh-bodohi,” kesalnya.
Kabid Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Pemkab Babar Syahrul Effendi menjelaskan, pihaknya memberikan opsi sebagai jalan tengah penyelesaian masalah tersebut. Salah satunya pembayaran pesangon oleh perusahaan sebesar satu setengah lipat dari total yang seharusnya dibayar oleh perusahaan sebesar dua kali lipat. “Ini salah satu yang kita tawarkan kepada kedua belah belah pihak, namun dari beberapa opsi yang kita tawarkan tadi, pertemuan kali ini belum ada kesepakatan diantara keduanya. Oleh karena itu, kita kasih batas waktu empat hingga satu minggu kedepan,” ujarnya.
Sementara, Manager PT Sawindo Kencana Robi Kurniawan Sitorus mengaku belum bisa memutuskan lantaran harus dilakukan rapat ditingkat direksi. “Oleh karena itu saya megusulkan agar usulan-usulan atau opsi yang telah ditawarkan untuk direkomendasi kepada kantor pusat yang ada di Jakarta. Jadi selama belum ada keputusan dari kantor pusat maka kita tetap berada pada rel yang telah disepakati melalui berita acara nomor 001 tentang kesepakatan bersama,” tutupnya.(cr63)

Baca Juga:  Davitri : PAW Deddy Kewenangan DPRD dan Gerindra

Tags:
author

Author: