12 Tahun Beltim Belum Mandiri

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MANGGAR-Salah satu tokoh pendiri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan penyusun rancangan Undang Undang pemekaran Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Usmandie Andeska menyebut Kabupaten Beltim belum mandiri.  Pasalnya, selama 12 tahun berdiri pembangunan Beltim lebih banyak mengandalkan sumber dana Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Hal itu pun dianggap tidak sejalan dengan semangat pemekaran yang diinginkan pendiri dan masyarakat Beltim.
“Kita lakukan pemekaran kabupatan dengan harapan untuk memperpendek alur birokrasi, mensejahterakan rakyat dan bagaimana memberdayakan putra daerah dengan baik dan lain sebagainya, marilah bersinergi bangun Beltim ini sesuai dengan cita-cita perjuangan kita 12 tahun lalu,” ujar Andeska kepada harian ini, Selasa (26/1).
Sejauh ini, menurut Andeska, sumber pendapatan asli daerah cenderung tidak banyak berkembang secara signifikan selama 12 tahun. Sehingga tidak mampu membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan daerah yang lebih fundamental.  “Fundamental itu diantaranya sumber daya manusia dan juga dari potensi-potensi yang non produk seperti perkembangan budaya lokal,” katanya.
Andeska mencontohkan, apabila budaya lokal dikembangkan akan mendapatkan nilai tambah yang sangat signifikan, dari sektor pariwisata selain alam. Kegiatan pembangunan cenderung hanya bangunan fisik, dan itupun tidak semestinya dimanfaatkan.

Baca Juga:  Sensus Penduduk 2020, BPS Beltim Libatkan Mitra

“Inilah yang harus kita rubah. Lihatlah sekarang banyak bangunan yang dibangun tapi tidak difungsikan sebagaimana mestinya, sangat tidak optimal. Kan, rugi jika dibangun tak digunakan. Kalau asal bangun, asal dapat proyek dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kan sangat disayangkan menghamburkan anggaran,” sebut Andeska.
Menurut Andeska, jika membangun dengan tanpa multiplayer efek, tentu tidak ada manfaatnya. Disamping itu, Beltim dinilai kurang berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi terkait masalah proyek Provinsi yang ada di Beltim.

Baca Juga:  Kejari Beltim Tahan 3 Tersangka Kasus Buku

“Salah satu contoh, ada proyek provinsi yang ada di kecamatan Kelapa Kampit, yakni SPAM dan PDAM yang tak jauh dari Bukit Pangkuan. Nah ada nggak koordinasi sebelumnya, toh hingga saat ini juga tidak dimanfaatkan dan difungsikan, itu sangat mubazir,” pungkasnya.(feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: