16 SKPD Ikuti Pelatihan Revolusi Mental

by -

Sekda Yakin Tidak Ganggu Pekerjaan

PANGKALPINANG – Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Bangka Belitung, Syahruddin, mengatakan, ada 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengikuti pelatihan revolusi mental di Subang, Jawa barat. Dengan mengikuti revolusi mental ini, menurut Syahruddin iperlu diikuti semua SKPD, karena pekerjaan dan rutinitas memang perlu disegarkan, dan SKPD juga harus meningkatkan disiplin serta kerjasama dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kesamaptaan.
“Di gelombang satu ini baru 16 SKPD yang ikut, bahkan Pak Gubernur juga ikut, selama mengikuti ini saya yakin tidak mengganggu pekerjaannya dikantor, karena di triwulan ini kegiatan belum terlalu padat, masih signifikan dan tim SKPD di kantor juga bisa handle,” ungkap Syahruddin, Senin (27/4) kemarin.
Revolusi mental ini sengaja digelar di Subang, dikarenakan di Subang, kawasannya lebih cocok dan peralatan juga didukung penuh, kalau dibandingkan harus di Babel sendiri pelaksanaannya. “Proyek revolusi mental, tidak mungkin dibawa kesini, karena peralatan outbond sudah terpasang dihutan,” ujarnya.
Untuk hasil dartihan revolusi mental, menurut Syahrudin, meski Ia tidak bisa menjamin sepenuhnya akan ditekuni para SKPD, Ia berharap setidaknya, para SKPD yang sudah mengikuti revolusi mental dapat menerapkan ke pegawai-pegawainya. “Meski tidak bisa menjamin saya berkeyakinan, apa hasil pendidikan disana bisa diterapkan disini,” pungkasnya.
Sementara, Gubernur Babel Rustam Effendi menyatakan akan merevolusi mental PNS untuk meningkatkan kinerja dan menjadi contoh bagi masyarakat daerah itu. “Saat ini, perlu solusi dan antisipasi mentalitas dan nasiolisme PNS yang mulai terkikis,” kata Rustam Effendi. Ia menjelaskan, ada tiga hal yang dibutuhkan untuk memperbaiki mental PNS yaitu kesabaran, kejujuran dan “cahaya Tuhan” atau meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.
“Kami secara bertahap akan merevolusi mental pegawai ini untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas kesehariannya,” ujarnya. Saat ini, kata dia, 65 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti diklat revolusi mental. “Kami berharap pendidikan dan latihan revolusi mental dapat mengubah sikap dan perbuatan pejabat dan PNS,” ujarnya. Selain itu, kata dia, diharapkan diharapkan peserta diklat ini mendapat “cahaya Tuhan”.
“Jika cahaya Tuhan masuk ke dalam diri manusia, maka manusia tersebut akan bekerja secara mandiri atau ikhlas dan tidak terprovokasi dengan kepentingan sesaat sehingga akan mempercepat kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.(eza)