183 Orang Kontak Erat Positif Corona Belitung Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

by -
183 Orang Kontak Erat Positif Corona Belitung Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya
Ilustrasi Jawapos

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – RSUD dr H Marsidi Judono telah menangani 249 pasien terkait wabah virus Corona. Dari jumlah itu, Deteksi dan Isolasi A Covid-19 sudah melakukan Rapid Test terhadap 183 pasien OTG, ODP maupun PDP kontak erat dengan cluster positif covid-19 034. Hasilnya 177 non reaktif dan 5 reaktif.

“Untuk hasil pemeriksaan reaktif yaitu, pasien 044 perempuan umur 19 tahun, pasien 138 perempuan umur 44 tahun, pasien 139 laki-laki umur 25 tahun, pasien 140 laki-laki umur 32 tahun, dan pasien 211 laki-laki umur 34 tahun,” kata RSUD dr H Marsidi Judono dr Hendra SpAn dalam keterangan tertulisnya, Jumat sore (3/4).

Dikatakannya, ada 2 OTG dengan hasil Rapid test reaktif belum diambil swab PCR karena menunggu alat VTM yang terkendala pengiriman karena terbatasnya penerbangan. Hingga tadi siang ruang Isolasi A dan B RSUD juga sedang merawat 5 pasien. Terdiri atas 2 pasien PDP, 2 pasien ODP dan 1 pasien comfirm positif Covid-19.

“Untuk diketahui masyarakat bahwa pasien-pasien yang kami rawat semua dalam kondisi stabil dan perbaikan. Kita berdo’a secepatnya pasien tersebut bisa sembuh dan dapat berkumpul dengan keluarga tercinta,” ucap dokter Hendra.

Dalam keterangan tertulisnya, dokter Hendra juga menjelaskan tentang orang tanpa gelaja (OTG). Lalu siapa saja terkait OTG yang merupakan kontak erat dari pasen positif covid-19.

Menurut dia, mereka-mereka termasuk kontak erat adalah petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus tanpa APD sesuai standar.

Selain itu, orang dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam dua hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

“Termasuk juga orang yang berpergian bersama (radius 1 meter), dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan 14 hari setelah kasus timbul gejala,” tukas dr Hendra. (red)

Editor: Yudiansyah