2 Fraksi Tolak 2 Raperda

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

* Investasi Pemerintah Perlu Proses Manajerial yang Baik

MANGGAR – Dua Fraksi DPRD Belitung Timur (Beltim) menyatakan tidak menyetujui alias menolak dua Rancangan Peraturan daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Daerah Kabupaten Beltim. Dua Raperda tersebut, yaitu tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah Kabupaten Beltim pada BUMD PT. Pembangunan Belitung Timur dan penyertaan modal daerah ke dalam modal saham PT. Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel.
Penolakan dua Raperda tersebut disampaikan ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) , Musdiana dan ketua Fraksi Amanat Harapan Rakyat DPRD Beltim, Harjanto Johannes dalam pandangan akhir rapat Paripurna VI masa persidangan I tahun 2015, Senin (20/4) kemarin.
“Berdasarkan PP nomor 1 tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah mengamanatkan bahwa investasi pemerintah perlu dilakukan dengan proses manajerial yang baik. Sehingga investasi pemerintah akan memberikan kemanfaatan ekonomi, sosial dan manfaat lainnya sesuai dengan tujuan investasi yang tertuang dalam PP tersebut,” jelas anggota Fraksi PKS Rohalba, mengutip pendapat akhir fraksi, kepada wartawan.
Ia menjelaskan, penyertaan modal menjadi modal saham PT. BPD Sumsel Babel setelah disertakan modal secara kumulatif mencapai Rp. 20 miliar, dalam beberapa tahun terakhir. Sementara, evaluasi keberhasilan belum dilakukan secara optimal oleh Pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah hanya berfokus pada kenaikan pendapatan daerah yang diperoleh dari besarnya deviden. Sedangkan ada faktor lain yang tidak kalah penting dalan penyertaan modal yaitu kontribusi aktifitas investasi untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan umum,” ujar Rohalba.
Sedangkan Raperda penyertaan modal Pemerintah daerah dalam BUMD PT. PBT, menurut Rohalba fraksi menilai banyak hal yang belum mampu dijelaskan secara meyakinkan oleh tim pembahasan Raperda.
“Pada akhirnya menimbulkan ketidakjelasan kita dalam mengambil keputusan. Pertimbangannya, penyertaan modal pada BUMD merupakan aktifitas investasi baru. Oleh karena itu, harus didahului dengan pengujian atas kelayakan investasi tersebut secara cermat, objektif dan profesional guna menghindari resiko kegagalan investasi yang akan membebani APBD,” tandasnya.
Sementara itu, pendapat berbeda Raperda tentang penyertaan modal pada BUMD PT. PBT disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Beltim, Dato’ Oman Anggari. Oman menyatakan fraksi NasDem menyetujui didasarkan atas keyakinan Bupati dalam paparannya di hadapan anggota DPRD Beltim.
“Bahwa Kabupaten Beltim akan merangkul koperasi pegawai negeri sebagai pemegang saham sebesar 0,1 persen dimasukkan ke modal dan diharapkan bisnis BUMD ini dapat ikut serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” kata Oman.
Namun, kata Oman, persetujuan atas Raperda terlebih dahulu dengan memenuhi persyaratan yang diajukan. Ini dimaksudkan agar BUMD dapat berkembang dan maksimal. (feb)

Baca Juga:  900 Eksemplar Tabloid 'Panas' Ini Masuk Babel?

Rate this article!
2 Fraksi Tolak 2 Raperda,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: