2 Janda Muda Divonis Bersalah, Terbukti Nipu dengan SKT Palsu

by -
2 Janda Muda Divonis Bersalah, Terbukti Nipu dengan SKT Palsu
Elisa dan Asmawati saat sidang di PN Tanjungpandan, kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Elisa dan Asmawati terdakwa kasus penipuan dengan menggunakan SKT palsu, divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Putusan penjara selama 5 bulan 15 hari dibacakan dalam di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (17/3).

Vonis hukuman penjara dua janda muda itu lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU. Sebelumnya JPU Kejari Belitung menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama enam bulan, dipotong masa tahanan.

Sebab, kedua janda ini terbukti melanggar Pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Yakni keduanya melakukan kejahatan penipuan secara bersama-sama. Sehingga menyebabkan kerugian terhadap korbannya. Yakni melakukan penipuan dengan menjual atau gadai tanah dengan SKT palsu.

Dalam sidang kemarin, Majelis Hakim sependapat dengan jaksa. Keduanya terbukti secara sah melawan hukum dengan melakukan penipuan dengan menggunakan SKT palsu. Majelis haklim menvonis kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Tentang Penggunaan Surat Palsu.

Sebelumnya keduanya didakwa pasal berlapis. Yakni Pasal 263 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 263 ayat (2) KUHP Tentang Penggunaan Surat Palsu. Selain itu juga JPU juga mendakwa keduanya dengan Pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 378 KUHP, Tentang Penipuan secara bersama-sama.

“Maka dari itu mengadili terdakwa Asmawati dan Elisa terbukti bersalah. Dan menjatuhkan hukuman kepada keduanya dengan penjara lima bulan 15, dipotong masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan Himelda Sidabalok.

Setelah selesai membacakan amar putusan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan memberikan pilihan kepada JPU dan terdakwa untuk menentukan. Yakni terima, banding atau pikir-pikir.

Kedua terdakwa, Elisa dan Asmawati memilih untuk menerima vonis tersebut. Sedang JPU Kejaksaan Negeri Belitung yang diwakili Jaksa Karina, menyatakan pikir-pikir terhadap putusan hakim tersebut. (kin)