2 Napi Kabur Tetangkap Berkat Sinergi Lapas dan Polsek Dendang

by -
2 Napi Kabur Tetangkap Berkat Sinergi Lapas dan Polsek Dendang
Dua Narapidana kabur yang berhasil diamankan. (Foto ist)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Usai sudah pelarian dua narapidana (Napi) kasus pencabulan dan penganiayaan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tanjungpandan, pekan lalu.

Tim dari Lapas dan Jajaran Polsek Dendang Polres Beltim, berhasil membekuk kedua narapidana yang meresahkan masyarakat ini di kawasan hutan Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Selasa (19/1) dini hari.

Dua Napi tersebut yakni Angga bin Tono (22) warga OKI Sumatera Selatan dan Burhanuddin bin Ma’am (30) warga Lilangan, Gantung, Kabupaten Beltim. Angga adalah terpidana kasus penganiyaan divonis 8 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada tahun 2018.

Sedangkan Burhanuddin merupakan terpidana kasus perlindungan anak, yang divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada tahun 2019 lalu. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Tanjungpandan Romiwin Hutasoit membenarkan kabar penangkapan 2 Napi tersebut.

Bahkan dia yang memimpin penangkapan dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu. Romiwin mengatakan, awalnya jajarannya melalukan pencarian terhadap kedua Napi ke Kabupaten Beltim. Lalu, mereka berkoordinasi dengan Polsek Dendang terkait kaburnya napi tersebut.

“Setelah itu kita lakukan pencarian. Hingga akhirnya kami beserta Jajaran Polsek Dendang mendapat informasi adanya dua orang yang mencurigakan di kawasan Kecamatan Membalong,” kata Romiwin kepada Belitong Ekspres, Selasa (19/1) kemarin.

Usai mendapat informasi tersebut, jajaran Lapas langsung menuju ke lokasi sekira pukul 02.30 WIB dan langsung melakukan penyisiran di kawasan hutan Desa Bantan. Hingga akhirnya kedua narapidana itu berhasil diamankan. “Saat ini kedua narapidana yang kabur sudah kita amankan di lapas,” ungkapnya.

Meski kedua sudah tertangkap, Kalapas masih enggan berkomentar mengenai alasan kedua napi ini kabur. Selain itu, Romiwin juga belum memaparkan jejak kedua terpidana ini kabur hingga berhasil diamankan polisi dan pihak Lapas.

Menurutnya, saat ini jajarannya masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap kedua napi tersebut. “Kami mengapresiasi sinergitas pihak kepolisian dalam mengungkap kaburnya narapidana tersebut,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, pihak Lapas Kelas II B Tanjungpandan akan melakukan evakuasi. Khususnya mengenai sistem pengamanan. “Untuk napi yang kabur akan diberi sanksi seperti tutupan sunyi, Pencabutan Hak Remisi dan Hak Integrasi Pembebasan Bersyarat (PB) dan dicatatkan dalam buku Pelanggaran Tata Tertib Register F,” pungkasnya.

Krolonogi Penangkapan Napi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ghalih Widyo Nugroho juga membenarkan penangkapan 2 Napi dilakukan Jajaran Polsek Dendang bersama pihak Lapas. Kedua Napi diringkuas pada Selasa (18/1) dini hari.

Awalnya, kata AKP Ghalih pada Senin 18 januari 2021 pukul 17.00 WIB, petugas Lapas Kelas II B Tanjungpandan Yopi, Ading, Ade dan rekan rekan anggota Lapas lainnya berkoordinasi dengan anggota piket penjagaan Polsek Dendang.

Mereka mendapat informasi bahwa ada keluarga Napi Angga yang kabur tinggal di daerah Simpang Pesak. Selanjutnya anggota Polsek Dendang yang dipimpin oleh Bripka M. Hafiz bersama Bripka Jupriyadi, Brigadir Septiandi dan Briptu Rizki Amanda bersama anggota lapas untuk mengecek keluarga napi yang kabur tersebut.

“Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Polsek Dendang dengan anggota Lapas mengecek ke rumah keluarga Angga, yang bernama Nopis (abang kandung Angga), namun tahanan yang kabur tidak ada di rumah. Kemudian dari Nopis beritikat baik untuk mencari keberadaan Angga,” terang AKP Ghalih.

Sekitar pukul 02.30 WIB, lanjut Kasat Reskrim Polres Beltim, Nopis mendapat telepon dari Angga yang meminta dijemput di daerah Air Malik Desa Bantan Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.

“Berdasarkan informasi tersebut, maka anggota Lapas Tanjungpandan meminta tolong kepada anggota Polsek Dendang ikut dan membackup Nopis untuk penjemputan Angga. Ini dengan alasan keamanan Nopis, dan Nopis merupakan warga dari Desa Simpang Pesak,” jelas AKP Ghalih.

Selanjutnya Nopis menjemput Angga dan Burhanudin. Pada saat Angga dan Burhanudin dibonceng oleh Nopis, petugas Lapas dan anggota Polsek Dendang sudah menunggu beberapa kilometer di daerah Air Malik.

“Setelah beberapa meter dekat dari anggota Lapas, Angga dan Burhanudin merasa curiga. Sehingga kedua pelaku langsung turun dari sepeda motor dan lari masuk ke dalam hutan di daerah Air Malik. Kemudian, petugas Lapas dan anggota Polsek Dendang melakukan penyisiran ke dalam hutan tersebut,” kata dia.

Lalu, sekitar pukul 04.30 WIB, kedua narapidana yang melarikan diri berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Dendang bersama Petugas Lapas Kelas II B Tanjungpandan. Lantas, kedua Napi tersebut langsung dibawa ke Lapas Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. (kin/dny)