2 Pengerit BBM Jadi Tersangka, Terancam 3 Tahun Penjara, Denda Maksimal Rp 30 M

by -
2 Pengerit BBM Jadi Tersangka, Terancam 3 Tahun Penjara, Denda Maksimal Rp 30 M
Barang bukti BMM dan kedua tersangka pengerit

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Satreskrim Polres Belitung Timur (Beltim) di bawah Pimpinan AKP Ghalih Widyo Nugroho, SH, SIK, seizin Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo, SIK,MH mengungkap kasus penyalahgunaan BBM yang dilakukan oleh SR (46) dan SM (48).

Kasat Reskrim AKP Ghalih Widyo Nugroho, SH, SIK, melalui KBO Reskrim Polres Beltim IPDA M. Rochli. S.Tr.K mengungkapkan, penyelidikan berawal dari informasi masyarakat, bahwa adanya penyalahgunaan BBM jenis premium (Bensin).

“Selanjutnya, pada hari Kamis, tanggal 23 Januari 2020, kami lakukan penyelidikan. Setelah itu kami mendapatkan SM ini membawa 28 jerigen berisi BBM. Dengan rincian 6 jerigen pertalite, 23 jerigen premium. Selain itu, di dalam mobilnya terdapat 1 tangki modifikasi,” ungkap IPDA M. Rochli kepada belitongekspres.co.id, Kamis (30/1/2020).

Pelaku SR diamankan sekitar pukul 17.30 WIB di Desa Mekar Jaya. Sedangkan SM diamankan di Desa Padang, Kecamatan Manggar. Dari tangan SR diamankan 1 unit mobil minibus yang terpasang tangki modifikasi, 23 jerigen ukuran 20 liter yang berisi BBM jenis premium, dan 6 jerigen berukuran 20 liter berisi BBM jenis Pertalite.

Dan dari SM berhasil diamankan 1 unit mobil yang juga terdapat tangki modifikasi, dan 25 jerigen ukuran 20 liter berisi BBM jenis premium. “Tersangka mengaku membeli BBM tersebut di SPBU Sungai Manggar. Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, tinggal menunggu saksi ahli dari BPH Migas,” ujar dia.

Karena perbuatannya, kedua tersangka terjerat Pasal 53 huruf D jo pasal 23 huruf D, UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan Gas bumi. Dengan ancaman 3 tahun pidana kurungan, dan denda maksimal Rp 30 miliar. (dny)

Editor: Subrata
Reporter: Danny Sugara