2 Perkara Narkoba Belitung Sudah Dilimpahkan, Tapi Masih P19

by -
2 Perkara Narkoba Belitung Sudah Dilimpahkan, Tapi Masih P19
Ilustrasi Narkoba

belitongeskpres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dua tersangka kasus narkoba yang ditangani oleh Satres Narkoba Polres Belitung kini sudah memasuki tahap satu. Berkas hasil penyidikan tersangka Iin Hariyanto (bandar narkoba) dan Yaput (penyalahguna), sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung.

Kasi Pidum Kejari Belitung Suwandi mengatakan, pihaknya sudah menerima berkas tahap satu tersebut. Namun berkas itu dikembalikan (P19), karena masih harus dilengkapi oleh pihak kepolisian sesuai petunjuk jaksa.

“Ada beberapa hal yang harus dilengkapi oleh penyidik. Saat ini kita masih menunggu berkas tersebut dikembalikan lagi ke kita,” kata Kasi Pidum Kejari Belitung Suwandi kepada Belitong Ekspres, Senin (22/2) kemarin.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan mengatakan, saat ini pihaknya berusaha untuk melengkapi petunjuk dari Kejari Belitung. Salah satunya, hasil laboratorium tentang barang bukti narkoba jenis sabu-sabu. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan melengkapi petunjuk dari Kejaksaan.

“Hasil laboratorium forensik tentang barang bukti tersebut sudah keluar. Tinggal melampirkan ke berkas tersebut. Setelah itu kita akan kirim kembali ke jaksa,” ungkap pria berdarah Batak ini kepada Belitong Ekspres.

Hutahayan menjelaskan, dalam kasus ini kedua tersangka dikenakan pasal berbeda. Tersangka Iin Hariyanto dijerat pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Tersangka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, dan pidana denda 10 miliar ditambah 1/3. Dan/atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, dan pidana denda 8 miliar ditambah 1/3. Iin diamankan di kawasan Tanjungpandan, Januari 2021.

Sedangkan tersangka Yaput Rianto dijerat Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pelaku terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara. Dia juga diamankan di kawasan Tanjungpandan, Januari 2021.

“Barang bukti yang diamankan diduga dari Bangka. Meski begitu, tidak ada kaitannya dengan penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung, pekan lalu,” pungkas Hutahayan. (kin)