2 Senator Babel Tolak Iuran BPJS Naik

by -

PANGKALPINANG –  Dewan Perwakilan Daerah /Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPD/MPR RI) asal Bangka Belitung menolak tegas rencana kenaikan iuran badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS) Kesehatan mulai 1 April 2016.  Penolakan ini disampaikan oleh Bahar Buasan dan Herry Elvian Rosman Johan setelah menerima masukan dari segenap elemen masyarakat dan instansi di pemerintah daerah.
“Sikap akhir kami, berupa sikap menolak tegas rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan,” kata Bahar yang bersama Herry sedang reses usai berkunjung  ke Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kemarin.
Bahar mengungkap, ada beberapa alasan yang membuat sikap tegas penolakan kebijakan pusat tersebut. Di antaranya kondisi perekonomian masyarakat terutama Bangka Belitung sedang susah.  Selama ini tingkat pelayanan yang diberikan BPJS masih minim bahkan buruk.
“Sehingga untuk menaikan premi iuran itu pun harus jelas apakah akan meningkatkan pelayanan atau tingkat pelayanan apa yang akan dinikmati masyarakat.  Jadi harus diperhatikan tingkat pelayanan sebelum BPJS menaikan iuran,” katanya.
Bahar menyesalkan momentum kenaikan lantaran tidak pas jika dilakukan di tengah kesulitan ekonomi sedang melilit seperti saat ini. Sehingga sangat tidak bijaksana bila iuran BPJS dinaikkan.
“Yang harus dinaikan itu penghasilan masyarakat bukan soal iuran itu. Dan menjadi tugas pemerintah di saat kondisi sulit saat ini biaya kesehatan jangan ikut menyulitkan masyarakat,” ucapnya.
Segendang sepenarian juga disampaikan oleh Herry Elvian yang meminta supaya pemerintah bisa bijaksana untuk menunda dulu soal kenaikan itu.  Dimana saat ini saja, banyak rakyat yang tidak mampu membayar iuran BPJS yang sudah ada, apalagi sampai dinaikkan.
“Kebijakan ini ditinjau lagi, hingga kondisi ekonomi masyarakat membaik. Sepeserpun saat ini uang yang ada di tangan masyarakat sangat besar manfaatnya, terutama buat makan. Makan saja susah masyarakat kita, apalagi disuruh bayar kenaikan seperti itu. Jadi tolong ditunda dan ditinjau lagi sampai perekonomian membaik,” imbuh Herry.(eza)