2 Tokoh Belitung Maju Pilgub DKI

by -

*Ini Kata Yusril, Terkait Pencalonan Pilgub DKI Jakarta

MANGGAR – Kabar dua tokoh asal Pulau Belitung yang ingin mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 mendatang, kini semakin santer. Apalagi keduanya merupakan sama-sama putra daerah asal Kabupaten Beltim.

Kedua tokoh ini adalah petahana Basuki Tjahaya Purnama atau yang akrab disapa Ahok dan Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra. Ahok maupun Yusril kabarnya akan maju Pilgub DKI lewat jalur independen.

Yusril pun tak menampik santernya kabar rencana pencalonannya di Pilgub DKI. Menurutnya wajar bila berkembang opini publik terkait pencalonan tersebut. Sebab, ia akan akan berduel dengan orang satu kampung. Kendati demikian, ia berharap kepada orang Belitong tidak perlu khawatir dengan pencalonannya di Pilgub DKI 2017 mendatang.

“Bagi orang Belitong, tidak usah terlalu khawatir. Kalau saya menang, Ahok yang kalah, atau Pak Ahok yang menang, saya yang kalah, tetap orang Belitong yang akan jadi Gubernur DKI,” ungkap Yusril kepada kepada Belitong Ekspres di kediamanya, Jalan Raya Kartini, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Rabu (9/3) lalu.
Kehadiran Yusril di Manggar, karena untuk menyaksikan momen GMT 2016 dari kawasan A1, Bukit Samak, tepatnya di Rumah Dinas Bupati Beltim.

Sambil lesehan di lantai papan kediamannya di Manggar dan mengenakan kaus putih, pakar hukum tata negara asal Belitong ini berbicara panjang lebar soal kesibukannya di Jakarta. Kesibukan yang dimaksud adalah soal rencananya maju di Pilkada DKI Jakarta melawan putra Belitong, bakal calon petahana, Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Mantan Menkumham ini menilai, kini telah berkembang opini publik bahwa akan terjadi duel, head to head melawan Ahok. Opini publik berkembang sejak satu bulan pasca menyatakan akan maju di Pilkada DKI Jakarta pada awal Februari lalu.

“Ini bagi saya menarik, kalau ada head to head, berarti rakyat bisa fokus memilih pemimpin,” ujarnya yang saat itu didampingi oleh Ketua DPC PBB Beltim, Koko Haryanto.

Yusril mengatakan ia pernah ditanya apa dasar keyakinan ia maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Dia menjawab bahwa karena punya kemampuan memahami dan menyelesaikan persoalan-persoalan pemerintahan. Dia berpikir punya “modal” untuk memimpin Jakarta. Modal yang dimaksud adalah pengalaman, pengetahuan/wawasan, dan keberanian.

“Dulunya saya menangani persoalan lebih rumit ketimbang persoalan di Jakarta saat ini. Saya ikut menangani teroris di Bali, kerusuhan di Ambon, Poso. Tahun 1998, saya ikut andil menyelesaikan berakhirnya rezim Soeharto tanpa ada pertumpahan darah, dan itu dilakukan dengan menghasilkan jalan terbaik,” terang Yusril.

Yusrli juga mengatakan bahwa ada pertanyaan yang ditujukan padanya terkait level seorang Yusril Ihza Mahendra jika turun pada Pilgub DKI Jakarta. Seorang Yusril seharusnya maju mencalonkan diri sebagai Presiden RI, bukan sebagai cagub DKI Jakarta, dianggap merendahkan diri.

“Saya pikir tidak begitu. Politik itu adalah strategi, dimana kita harus mundur, dimana kita harus melompat maju. Kalau saya dianggap punya kapasitas nasional, lebih baik saya turun memajukan daerah. Daripada dianggap punya kapasitas daerah, tapi coba-coba menangani masalah nasional. Iya kalau itu berhasil, kalau tidak..Artinya ada pertaruhan yang luar biasa,” tegasnya.

Pernyataan Yusril untuk tetap maju ke Pilgub DKI Jakarta, ternyata mendapat dukungan penuh dari Ketua DPC PBB Beltim, Koko Haryanto.

“Kami mendukung sepenuhnya atas pencalonan Pak Yusril di pilkada DKI Jakarta mendatang,” sebut Koko.

Menurut anggota DPRD Beltim itu, permasalahan Jakarta memang harus diselamatkan oleh pemimpin, seperti Yusril. Sebab, Yusril merupkan tokoh nasional yang sudah berpengalaman dalam mengelolah pemerintahan.

“Saya yakin pilkada DKI Jakarta akan Head to Head yang nantinya bisa dilihat perbedaan antara pak Yusril dan Pak Ahok. Karena itu PBB di seluruh Indonesia akan bahu-membahu memenangkan pertarungan politik ini, apalagi bagi DPC PBB Beltim yang baru saja terlibat dalam Pilkada Beltim. Tentu kami masih sangat siap bila sewaktu-waktu diperlukan untuk membantu di Pilkada DKI Jakarta nantinya,” tutup Koko. (feb)