2 Warga Tolak Ganti Rugi Pelebaran Jalan

by -

MUNTOK – Sebanyak 129 warga di Kecamatan Muntok Bangka Barat (Babar) menerima sertifikat kepemilikan tanah secara gratis dari Pemerintah Daerah Kabupaten Babar. Bupati Babar H Zuhri M Syazali mengatakan, pembagian sertifikat tanah kepada masyarakat ini dalah merupakan program daerah Pemkab Babar. Dimana didalam proda tersebut pemda memfasilitasi masyarakat untuk melakukan pembuatan sertifikat tanah tampa dipungut biaya apapun.
”Ada 129 warga masyarakat yang akan dibagikan sertifikat tanah melalui proda, selain proda juga kita (pemda,red) membagikan pula 84 sertifikat pemisahan hak atas tanah bagi masyarakat,” kata Zuhri saat ditemui usai menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah kepada masyarakat yang menerima. Ia menjelaskan, pembagian sertifikat tanah juga adalah sebagai bentuk apresiasi kepada warga masyarakat kota Muntok khususnya yang telah rela melepaskan sebagian tanah atau bangunannya pada saat dilakukan pelebaran jalan dalam Kota Muntok. “Sertifikat tanah ini kita bagikan kepada warga masyarakat Kota Muntok khususnya yang terkena dampak pelebaran jalan jalur dua dalam kota Muntok. Jadi sebagai bentuk apresiasinya kita bagikan sertifikat tanah kepada masyarakat secara gratis, dan mudah-mudahan sertifikat ini memiliki manfaat tersendiri bagi masyarakat,” ujar dia.
Dikatakannya proses ganti rugi pelebaran jalan dalam Kota Muntok sendiri bisa dikatakan selesai. “Proses ganti rugi sudah dapat saya katakana selesai, tadi saya tanya kepada Sekda dari 800 persil yang kita lakukan pembayaran ganti rugi itu. Tinggal 2 orang saja yang belum mau menerima, tapi itu tidak apa-apa kita hargai hak mereka, untuk itu, yang sisa dua orang ini uang ganti ruginya kita titipkan ke pengadilan sana, karena upaya kita sudah maksimal, dan kita kembalikan saja ke aturanya dititip ke pengadilan,” kata dia.
Menurutnya tiga tahun yang lalu sebelum proses pelebaran bukan sedikit tanggapan maupun kritikan dari sebagian masyarakat yang tidak setuju. “Tapi akhirnya dengan bismillah saya putuskan untuk dilakukan pelebaran, allhamdulilah sekarang ini jalan yang ada di kota Muntok mulai dari Kadur sampai Tanjung Kalian sana sudah jalur dua. Selain itu warga masyarakat yang terkena dampak dari pelebarang jalan tersebut kita bagikan sertifikat gratis. Apakah semuanya tidak ada bermanfaat bagi masyarakat? Pastinya memiliki yang luas bagi masyarakat, dan saya sebagai bupati memiliki tanggung jawab bukan hanya didunia saja sampai akhirat. Oleh karena itu, saya sejengkal pun saya tidak mau ambil hak orang apalagi hak warga masyarakat saya sendiri,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa selama proses ganti rugi kemarin ia banyak mendapat informasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang dianggap sebagai pengacau untuk memajukan daerah. Menurut dia itu hal biasa. “Dan hari ini kita buktikan bahwa apa yang disampaikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tadi, terlaksana semuanya, tadinya ada isu bahwa sertifikat ini dibagijan secara tidak gratis alias bayar, tapi buktinya hari yang kita bagikan semua gratis, dan banyak lagi isu-isu yang menyesatkan,” jelasnya.
Zuhri mempertegas jika negeri ini tidak akan maju apabila masih ada rasa hasat, hasut, iri dengki. “Janganlah kita menyampaikan informasi yang tidak bertanggung jawab, itu dosa besar, fitnah itu lebih kejam dari pembunuh,” tutup Zuhri.(ray)