by -

foto A- 21 muda mudi - Copy

 

rheza

 

Petugas Satpol PP mintai keterangan salah satu pemudi yang terjaring razia.

 

Lagi, Timgab Gelandang 21 Muda-Mudi

*Dalam Razia Timgab di Tempat Hiburan Malam

 

TANJUNGPANDAN-Tim Gabungan (Timgab) yang terdiri dari unsur Polsek Tanjungpandan, Pol PP dan Polisi Militer (PM) Belitung menggelar razia keamanan dan ketertiban masyarakat, Senin (26/1), malam hingga dini hari. Setelah 4 pasangan mesum, kini sedikitnya 21 muda-mudi digelandang dari lokasi tempat hiburan malam (THM) di kawasan Dukong, Desa Pangkallalang. Selain itu, ikut diangkut 16 krat minuman beralkohol (minol).

Kasat Pol PP, Alkar kepada Belitong Ekspres, Senin malam (26/1) mengatakan, personil yang terjun ke lapangan sebanyak 64 personil. Terdiri dari anggota Satpol PP, Polsek Tanjungpandan, Polisi Militer serta Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Belitung. Timgab menemukan indikasi pelanggaran kependudukan berupa ornag tanpa identitas dan usaha yang tidak dilengkapi perizinan menjual minuman beralkohol.

Lanjut Alkar, karena tidak dilengkapi dokumen sah sebanyak 16 krat miniol diamankan Pol PP. Lantas, dari 21 muda-mudi dilakukan pendataan dan pendalaman, ditemukan ada satu orang perempuan yang melakukan pemalsuan kartu tanda penduduk (KTP). ” KTP tersebut milik orang lain tetapi dalam KTP tersebut ditempel fotonya,” kata pria berkumis tebal ini.

Atas temuan ini, Pol PP mengancam akan mengambil tidakan tegas pada pemilik THM tersebut. Sesuai dengan perintah Bupati, bagi masyarakat yang jelas-jelas tidak mempunyai identitas, baik itu KTP dan Domisili akan dipanggil dan dikembalikan ke daerah asal.

“Kami akan buatkan surat peryataan di atas materai dan kami beri waktu selama satu minggu untuk memberika KTP dan kartu domisil kepada kami, lantas kalau tidak bisa melalui penampung mereka (pihak yang memperkerjakan,Red) untuk dipulangkan,” kata Alkar.

Sesuai dengan Perda No 5 Tahun 2000, ada kewajiban untuk melapor 1×24 jam dan akan dilakukan penyidikan. Sanksi sesuai dengan keputusan pengadilan dalam Perda Nomor 4 tahun 2014  dengan denda kurungan selama 90 hari dan denda sebesar Rp 50 juta .

“Kepada pendatang baru yang ingin mencari pekerjaan untuk tidak meresahkan dan menggangu pulau Belitung yang tenang yang aman ini. Lantas, carilah pekerjaan yang baik jangan jadi wanita penghubur,’’ katanya.(mg1)