by -

 

razia cipkon (2)

 

HUKUM

Foto:

Dua sejoli yang terpaksa diamankan polisi.
Dua Sejoli Digrebek Polisi

 

TANJUNGPANDAN-Diduga lagi asyik indehoy di dalam kamar, pasangan bukan suami istri digrebek polisi. Kedua pasangan yang diketahui bernama Iksan (22) warga Jalan Kamboja dan Melani (19) warga Bandung, tinggal di Jalan Marakas Lesung Batang ini, diamankan di Penginapan Kenza, Jalan Air Serkuk, Desa Air Saga, Rabu (27/1) malam.

Keduanya diamankan saat Polres Belitung melakukan razia cipta kondisi (cipkon), di kawasan Tanjungpandan yang dipimpin Kasat Intel Polres Belitung Iptu Ponijan. Selain itu, polisi mengamankan dua wanita diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) di Penginapan Mesum di Air Pelempang Jaya.

Kedua wanita ini bernama Lestari (27) warga Lampung dan Rosani (46) warga Desa Seliu Membalong yang tinggal di Pangkallalang. Selain itu, polisi juga menciduk empat orang saat pesta minuman keras di Jalan Patimurra. Empat orang ini adalah Lansa (28), Dodi (27), Kurniansya (28) dan Ari (29) warga Jalan Tanjung Kelayang Desa Batu Itam Sijuk.

Kasat Intel Polres Belitung Iptu Ponijan seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, pasangan mesum ini diamankan saat anggota polisi melakukan razia di Penginapan Kenza.

Dijelaskan Iptu Ponijan, sebelum digrebek pintu kamar penginapan tertutup. Saat digedor keduanya sempat tidak keluar. Namun, akhirnya setelah dipaksa kedua pasangan ini mau membukakan pintu.

“Ketika diintrogasi di tempat, keduanya tidak dapat menunjukan bukti sah pernikahan. Maka dari itu, keduanya kita amankan ke Polres Belitung,” ujar Kasat Intel kepada Belitong Ekspres, Kamis (28/1) dini hari, kemarin.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pasangan mesum ini dipanggil kedua orang tuanya, serta diberi peringgatan dan dibuatkan pernyataan agar tidak menggulangi perbuatannya lagi.

“Tidak hanya yang kumpul kebo, dua orang yang diduga PSK dan empat pemuda pesta miras juga diberikan hukuman yang sama, untuk memberikan efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya,” kata Iptu Ponijan.

Iptu Ponijan menjelaskan, razia ini merupakan perintah dari Kapolres Belitung. Selain perbutaan asusila, kegiatan ini difokuskan ke senjata tajam dan narkoba. “Untuk sajam dan narkoba, hasilnya nihil,”pungkasnya.

Sementera itu, Melani tak menampik tuduhan polisi saat ia ditangkap berada satu kamar. “Saat digrebek, saya berada di dalam kamar. Waktu itu, kami belum ngapa-ngapain,” ujar Melani didampinggi Iksan. (kin)