by -1 views

TANJUNGPANDAN- Menindak lanjuti kerusakan hutan mangrove yang terjadi di berbagai tempat yang ada Belitung. Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) layangkan surat resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung untuk menindak lanjuti kerusakan hutan mangrove akibat perbuatan oleh para oknum tak bertanggung jawab ini.

 

Pantauan Belitong Ekspres Senin (1/2) kemarin. Lebih dari  sepuluh orang perwakilan gapabel menyambangi kantor DPRD guna, memberikan surat resmi untuk menindak lanjuti permasalahan, kerusakan hutan mangrove yang ada di belitung.

 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung Isyak Maerobie meyambut kedatangan gapabel di ruang kerjanya. Isyak mengatakan, surat resmi dari gapabel saya terima dan segera memuat memo, untuk segera memanggil dinas-dinas terkait, persoalan mangrove.

 

“ dengan data-data yang ada lantas, akan dipelajari dulu. ini merupakan inisiative dirinya meski bukan dalam bidangnya,” kata Isyak pada Belitong Ekspres.

 

Perlu adanya penyelesaian secara system dalam menangani masalah mangrove seperti sekarang saat ini. Sehingga kedepan tidak perlu lagi timbul masalah yang sama. Lantas, komisi I dan dinas-terkait untuk duduk bersama membahas masalah mangrove sehingga tidak berlarut-larut lagi.

 

“ mangrove merupakan ekosistem kawasan yang sangat penting sebagai rumah bagi biota kecil dan pondasi pertama dalam menahan arus kelombang air laut sehingga tidak merusak bibir pantai dan masih banyak lagi manfaat dari mangrove sehingga, kita harus menjaga ekosistem mangrove,” ujarnya.

 

Ketua Gapabel Belitung Jokky Febriansyah pada BE mengatakan kedatangan kita (Gapabel-red) ke DPRD untuk memberikan surat resmi pada DPRD untuk menindak lanjuti persoalan penembangan dan pembabatan mangrove yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Belitung.

 

Lanjut Jokky seperti yang terjadi di daerah pegantungan setidaknya lebih dari 15 ribu batang mangrove habis di babat dan kami mempunyai datanya secara valid dan akurat.” Kedepan kami akan mengadakan demo di bundaran kota tanjungpandan sehingga masyarakat luas mengerti apa yang terjadi pada mangrove di Belitung kalau persoalan ini hanya mengambang saja.” Katanya

 

“ kita mencari titik temu mengenai permasalahan mangrove ini, tentu kita (Gapabel-red) sangat mendukung dengan adanya pembangunan infrastruktur di Belitung lantas, pembangunan tersebut harus pro terhadap lingkungan bukan malah merusaknya , kita hanya meminta mangrove yang sudah di babat untuk di lakukan revitalisasi penanaman mangrove kembali, terhadap mangrove yang sudah di babat,” Tukasnya.