by -

foto B- isyak award'

 

 

Pasang foto isyak meirobie

 

DPRD: Tak ada Istilah Gagal

*Semua Dalam Proses dan Segera ada Badan Otorita

 

 

TANJUNGPANDAN-Sementara itu, kalangan DPRD Belitung juga tak sepakat dengan istilah batal atau gagal dalam hal status Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Belitung Isyak Meirobie yang menegaskan, tak ada istilah batal atau gagal. Tapi, semua dalam proses menuju ke sana sesuai dengan komitmen Presiden Jokowi saat berkunjung ke Belitung.

Menurut Isyak, ketika pelaku wisata dan pemangku kepentingan heboh dan galau terhadap status bandara internasional Bandara yang dianggap “Batal atau gagal” dicapai oleh Belitung, dirinya berusaha mengkonfirmasi ke berbagai akses.

“Informasi yang saya terima dari berbagai sumber, saya bisa menarik benang merah bahwa kita tidak pernah dibatalkan dan gagal untuk mewujudkan bandara internasional tersebut. Lantas,  sejak kunjungan Presiden RI Jokowi ke Belitung 2015 lalu, Presiden menyampaikan harapannya Bandara Hanandjoeddin Belitung menjadi internasional dimulai dari pembangunan tahun 2017. Ini fakta bahwa semua butuh proses,’’ papar Politisi Nasdem ini.

Papar Isyak, yang paling penting Belitung sudah diberikan akses dan kesempatan untuk mewujudkan itu. Pintunya terbuka lebar, hal ini bisa dibuktikan dengan rapat resmi kepresidenan dengan kabinet yang dilangsungkan berulang kali membahas alselerasi percepatan pembangunan 10 destinasi wisata nasional yang menjadi prioritas, di mana Tanjung Kelayang Belitung menjadi salah satunya.

Isyak menjelaskan, belum lagi Kemenko Kemaritiman yang memastikan bahwa akan dibentuk Badan Otoritas Pariwisata di setiap destinasi prioritas tersebut sebagai wujud program single destination single management.

Kewenangan badan otoritas kepariwisataan ini pun besar, yakni menjalankan fungsi Atraksi, Akses dan Amenity. Artinya, Badan ini sangat otonom dan bertanggung jawab langsung ke pemerintah pusat sehingga bisa menghemat birokrasi panjang dalam eksekusi pembangunan terkait 3A tersebut.

Disebutkan, Danau Toba adalah pilot projectnya dengan dibentuknya Badan Otorota Danau Toba. Seperti harapan semua masyarakat Belitong, Belitung menjadi the next destination yang badan otoritasnya segera dibentuk. Konsistensi ini terbaca juga dalam program kementeriaan pariwisata yang dikuatkan dengan Peraturan Presiden Nomor 105 tahun 2015.

Lanjut Isyak, tentang kunjungan kapal wisata asing (yacht) ke Indonesia
dan Belitung dengan pelabuhan Tanjungpandannya telah menjadi salah satu tempat sandar kapal pesiar, kapal layar internasional. Ditambah lagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dengan serius menganggarkan pembangunan sanitasi dan akses air bersih di daerah Badau nantinya.

“Ini adalah bentuk dukungan bagi kita di daerah serta banyak lagi termasuk memusatkan kegiatan Memantau Gerhana Matahari Total (GMT) di Belitung. Termasuk surat dari Dirjen Perhubungan Udara yang melalui penelitian dan analisa mereka bahwa kebutuhan akan terminal baru di bandara HAS Hanandjoeddin menjadi satu kebutuhan yang harus dipenuhi dan akan direncanakan dalam RAPBN 2017,” katanya.

Hal ini lah yang harus dikawal bersama oleh Pemerintahan Kabupaten Belitung dan Pemerintahan Provinsi  Babel serta perwakilan di Pusat. “Semua ini adalah kesempatan. Terlepas akan menjadi kenyataan atau harapan palsu. Semua hanya waktu yang akan menjawabnya,’’ paparnya.

Isyak mengharapkan, keterlibatan semua pihak untuk tidak terlena akan program program dan rencana di atas akan membuat berjaga jaga mawas diri selalu mengawal kebijakan pusat agar tidak keluar dari jalur konsistensinya. Demikian juga provinsi dan kabupaten, sebaiknya menyelaraskan ritme dan program kebijakan dan anggarannya dengan kebijakan pusat.

“Sinergi akan mempercepat langkah mewujudkan semua itu. Lantas, sekarang sebagai masyarakat dan pemangku kepentingan kita juga harus bersiap meng-up grade kapasitas kita untuk sanggup berkompetisi dari sisi kompetensi kualitas sumber daya manusia kita,dari pola pikir ataupun mental hingga managerial,”harapnya.

Ditambahkan Isyak, Pemerintahan Belitung telah mengesahkan dua peraturan daerah (perda) terkait kepariwisataan. Ini adalah modal dan bukti bahwa kini belitung harus semakin konsisten antara kemauan, kebutuhan, kebijakan dan anggaran.

“Mari kita sinergi,berbagi potensi,dan percaya pada diri kita bahwa kita sanggup terbang tinggi menjadi daerah yang maju dengan semangat ekonomi baru kepariwisataan bersama sektor pendukung lainnya ekonomi kreatif, pertanian, kelautan perikanan serta perdagangan dan jasa. Kita bisa jika bersama, lupakan politik, ingatlah tentang momentum sekarang atau kita akan kehilangan kesempatan itu semua,”ajaknya.(mg1)