by -

 

 

sanem

 

Kasih foto  Pak SAnem

 

Bupati: Bukan Gagal, Tapi…

*Gagalnya Bandara HAS Hanandjoeddin Sebagai Bandara Internasional

 

TANJUNGPANDAN-Bupati Belitung Sahani Saleh nampaknya menganggap informasi gagalnya Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan menjadi bandara internasional hanya sekedar gosip dan informasi tak valid. Sebab, Bupati yakin benar soal status bukan gagal, tapi menunggu proses pembangunan yang akan dimulai tahun 2017 mendatang.

“Bandara HAS Hanandjoeddin masih dalam proses menjadi bandara internasioanal. Namun pelaksanaan tahun 2016 ini masih terkendala. Ada keterlambatan penyampaian dokumen dan lengkap pada tahun 2015 kemarin. Baru bisa dianggarkan pada tahun 2017/2018 sesuai surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat tersebut sudah saya terima,” ujar Bupati kepada Belitong Ekspres, Rabu (3/2), kemarin, di ruang kerjanya.

Sahani Saleh menepis adanya pemberitaan yang mengatakan Bandar udara HAS Hanandjoeddin gagal menjadi Bandar udara internasional. ” Jika sudah selesai pembangunan dan sarana prasarana, baru kita berbicara meningkatkan bandar udara internasional. Jangan percaya gosip yang tidak benar dan tidak valid datanya,” tegas Bupati yang akrab disapa Sanem itu.

Sanen memaparkan, kini baru mendapatkan anggaran penimbunan runway dan pembangunan pondasi, dan itu masih terus dikejar. Dan proses pembangunan ini akan dipercepat kalau sudah lengkap semua sarana prasaranan baru kita berbicara bandar udara internasional.

“Dari 224 proyek percepatan pembangunan di Indonesia dan di Bangka Belitung hanya Belitung yang mendapat empat proyek, salah satunya revitalisasi proyek Bandar udara,” ungkap Sanen sambil menunjukan surat Peraturan Presiden (Perpres).

Lanjut Sanen, karena dalam masa proses pembangunan di tahun 2016 dan kan dipercepat sampai tahun 2018. Lantas, dalam perubahan anggaran tahun 2017/2018 ini mungkin akan digenjot semuanya dalam pembangunan sehingga bisa selesai tepat waktu.

“Dari seluruh provinsi di Indonesia dari 224 proyek percepatan pembangunan Belitung mendapatkan empat proyek. Kita masyarakat Belitung harus bersyukur dan bangga untuk kemajuan daerah kita,” ujarnya.

Pembangunan itu kata Sanem, untuk percepatan mendorong kawasan strategis pariwisata di Indonesia akan dibentuk Badan Otorita Pariwisata yang kemungkinan akan dilakukan pada Bulan bulan April-Mei 2016 mendatang. Sebab , alokasi dana tersebut sudah ada Rp 30 trilun. ”Besok saya akan rapat dengan Kementrian terkait persiapan momen Gerhana Matahari Total (GMT) ada kemungkinan Pak Presiden (Presiden RI Joko Widodo,Red) akan datang ke Belitung, “ imbuhnya.

Seperti diberitakan BE sebelumnya, anggota DPD RI asal Bangka Belitung Tellie Gozelie membenarkan gagalnya Bandar Udara HAS Hanandjoeddin menjadi bandara internasional. Sebab, dirinya sudah mendengarkan langsung pernyataan itu dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia Ignasius Jonan.

“Pak Menteri Perbuhungan menyatakan, bahwa tidak ada lagi upaya mewujudkan bandara internasional di Belitung,” ujar Tellie Gozelie kepada Belitong Ekspres melalui pers rilisnya.

Kata, Tellie saat Menteri Jonan memaparkan di hadapan Anggota DPD RI, menjelaskan alokasi dana pada tahun 2016 sebesar Rp 48,46 Triliun. Provinsi Bangak Belitung kebagian 0,2 persen yakni Rp 107,52 Miliyar.

“Alokasi dana ini, Babel sangat tertinggal dengan daerah-daerah lain di Sumatera, mungkin itulah yang menyebabkan Belitung gagal menjadi bandara internasional,” pungkasnya. (mg1/kin)