by -

Saya pernah ngobrol ringan dengan Dirjen bandara beberapa tahun lalu, kebetulan bertemu di sebuah acara. Kesimpulan dari pembicaraan itu ada reluktansi dengan berbagai alasan teknis: hankam, logistik, traffic, kewenangan lahan dll, intinya belum feasible. TAPI !!!! Pariwisata Belitong tidak punya pilhan ! Tetap stagnant seperti sekarang atau membuat terbosan. Minggu lalu di Bali saya bicara sendiri dengan 2 orang teman orang Singapur, agak berat buat mereka ke Belitung karena harus via Jakarta. Salah satu problem kenapa hotel2 bermerek belum dibangun di Belitung adalah akses ke potensial wisatawan manca negara.

Hotel-hotel yang ada saat ini kesulitan menyambung nafas karena weekday hotel hampir kosong. Aspek strategis berikutnya adalah MARKETING ke manca negara. Marketing ini ada dua, marketing ke wisatawan dan ke investor. Kemudahan akses internasional akan membuat kalkulasi investasi menjadi lebih mudah. So, bandara internasional Belitung adalah STRATEGIS ! Kalau tetap gagal menjaring traffic tinggal kembalikan saja ke bandara lokal, susah amat.

Saya rasa, masyarakat dan pemerintah harus mengirimkan permintaan penjelasan resmi (hak angket), kenapa Bandara Internasional Belitung dikeluarkan dari anggaran. Dengan demikian kita bisa berbenah di dalam dan menyusun strategi untuk mencari alternatif lain. Kalau masalahnya hanya pendanaan, ada banyak cara untuk mengatasinya.

mari kita cari solusi, itu lebih bermanfaat