by -

Persoalaan kemiskinan memang tidak henti-hentinya terjadi dan selalu ada di setiap daerah, hal-hal semacam ini pastinya setiap daerah berusaha untuk mecari jalan keluarnya. Belitung ekspres bersama dengan Vendi Haryono pengusaha muda dan Vendi selaku ketua organisasi Pemuda Pemudi Belitung (PPB), berkesempatan mengunjungi salah satu masyarakat yang tidak mampu, Selasa (2/2) siang kemarin.

Angga Saputra, Tanjungpandan

Tinggal dilingkungan yang kotor dan penuh dengan sampah di sekirat pekarangan rumah bukanlah keinginan dari setiap orang tetapi apa daya karena keterbatasan dari segi keuangan sendiri membuat orang rela bekerja dan tinggal di mana saja untuk menyambung hidup.

Bapak Ahmad 75 tahun beserta istri sena 70 tahun warga pilang yang tinggalnya di sekitar tempat pembuangan sampah dan sudah tidak muda lagi ini tinggal berdua dan bekerja sehari-hari sebagai pemulung.

“ kakek se kerje e gk mulung lh gk e men dk gitu dk makan,” ujar sena istri ahmad yang sekarang ini sudah tidak begitu sehat karena mempunyai riwayat penyakit sesak nafas.

Sena mempunyai 6 orang anak yang sudah berkeluarga semua tetapi tidak bisa membantu mereka dalam segi ekonomi dikarenakan semua anaknya juga serba kekurangan.

Sena menambahkan, anaknya bukanya tidak mau membatu mereka tetapi karena keadaan mereka yang sudah berkeluarga, dan sudah mempunyai anak yang sudah sekolah kemudian di tambah dengan pekerjaan anak mereka yang tidak tetap membuat sena beserta suami harus berjuang sendiri guna menyambung hidup dan menjalani hari-hari mereka.

Kesulitan mecari pekerjaan yang layak karena harus mempunyai latar belakang pendidikan juga merupakan salah satu factor utama yang membuat anak-anak sena serba berkecukupan.

“ anak ninek se mane ade yang sekula tinggi e, dk ade duit untuk nyekulaen e dluk e,” ujar sena dengan nada santai.

Setiap malam Ahmad beserta istri hanya di temani lampu minyak untuk menerangi malam mereka karena di lingkungan sekitar tidak adanya listrik.

“ sebulan atau 3 minggu sekali dapat lah 200-300 dari hasel kakek mulung ,” ujar sena

Kenginan untuk berkebun sudah ada di benak Ahmad tetapi memang tidak adanya uang lebih untuk membeli bibit menjadi salah satu kendala yang dialami oleh dia.

“ kiape ken nk bekebun duit jk kadang dk cukup untuk makan,”, kata sena sambil tersenyum

Bantuan berupa BPJS dari pemerintah sedikitnya meringankan beban sena beserta suami, akan tetapi di Tanya soal bantuan lain sembanko, sena mengungkapkan kalau tidak ada bantuan selain BPJS yang diterima olehnya dan suami.