by -

 

 

fto A ruas jalan gelap

 

Jalan Raya Gelap Gulita, DPRD Panggil DPE

* Tunggakan Listrik PJU Desember 2015, Belum Dibayar

MANGGAR – Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memanggil Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) Beltim, untuk membahas permasalahan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), yang beberapa waktu terakhir padam. Akibatnya, hampir di seluruh jalan raya di Kecamatan Manggar dan sekitarnya, gelap gulita.

 

Anggota Komisi II DPRD Beltim, Rohalba mengatakan, keterangan yang didapat dari pihak DPE PJU mati akibat adanya tunggakan pembayaran ke PLN. Tunggakan mencapai sebesar Rp 98 juta pada bulan Desember 2015 lalu. Buntut permasalahan itu, PLN memutus aliran PJU di Beltim.

 

“Saat itu DPE masih ada tunggakan hutang dengan pihak PLN sebesar Rp.98 juta dan hanya sanggup membayar Rp 23 juta. Sebelumnya, DPE Beltim juga sudah menyatakan akan segera melunasi tunggakan tersebut, begitu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) telah diserahkan kepada SKPD,” ungkap Rohalba, usai rapat dengar pendapat dengan pihak DPE Beltim, Selasa (2/2) kemarin.
Rohalba menjelaskan, tunggakan tersebut akan diajukan pada ABT 2016. Sebab, saat ini pada anggaran 2016 anggaran tersebut belum memasukkan pembayaran tunggakan Desember 2015.

 

“Anggaran 2016 kan sudah ACC dan DPA-nya. Itu untuk Januari sampai Desember 2016. Tapi tunggakan Desember 2015 lalu itu tidak bisa dimasukkan. Pada pembahasan anggaran 2016, tagihannya atau invoicenya belum ketahuan bahwa besarnya segitu,” ujar politisi PKS itu.

Menurutnya, permasalahan ini bisa diselesaikan oleh Pemkab Beltim dengan duduk bersama dengan PLN Tanjungpandan. Penggunakan anggaran PJU 2016, bisa untuk menutupi tunggakan di Desember 2015.

 

“Alasannya, adalah regulasi, dan tidak boleh rekening Januari 2016 terbit kalau belum menyelesaikan rekening di 2016. Itu sudah baku. Tapi kan, seandainya ada jalan keluar jika Pemda duduk bersama dengan PLN Tanjung pandan,” ajaknya.

 

Karena itu, rencana ke depan, Komisi II DPRD Beltim akan mengundang pihak PLN dan instansi terkait untuk kembali membahas permasalahan ini.

 

“Kalau perlu bupati dan Sekda untuk duduk bersama PLN dan pihak lainnya. Karena makin lama ini dibiarkan, maka mungkin akan menunggu pada bulan selanjutnya,” pungkas.
Sementara itu, Plt Kepala DPE Beltim, Harli Agusta, melalui Kabid Energi DPE Beltim, Bustari membenarkan , PLN tidak bisa menghidupkan lampu jalan seandainya tunggakan Desember 2015 belum dibayarkan. Dia juga menyatakan sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait persoalan ini.

 

“Ini kan hutang, kalau nanti ada pemeriksaan BPK, kami menyalahi aturan. Memang ada rencana DPRD Beltim mengundang Bupati, dan Sekda, serta pihak PLN. Mungkin Minggu depan, akan diadakan rapat kembali,” kata Bustari kepada Belitong Ekspres, Selasa (2/2) kemarin. (feb)