by -
Jpeg

 

 

 

 

Jpeg
Jpeg

Foto A: dok/be

 

Salah satu elemen masyarakat yang mengelola pembuangan sampah.

 

Sampah Belum Terurus Semua

Di Tanjungpandan Baru 75% yang Diurus DKPP

 

 

TANJUNGPANDAN-Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pasar (DKPP) mencatat, volume sampah rumah tangga mencapai 175 meter kubik per hari di daerah Tanjungpandan. Dari jumlah itu, sekira 75 persen yang dapat ditangani DKPP.

Kadin DKPP Azhar pada Belitong Ekspres Senin (15/1) kemarin mengatakan, untuk saat ini sampah di Tanjungpandan sekitar 75% yang bisa terangkut ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA). DKPP juga terbantu dengan adanya masyarakat seperti bank sampah.

Azhar menjelaskan mayoritas sampah yang dibuang ke TPA didominasi dari sampah rumah tangga. Lantas, kalau mengacu peraturan pemerintah (PP) Nomor 81, sampah dari warga sudah dipilih sehingga sampah yang dibuang ke TPA sudah tidak ada nilai tambah dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Ada sampah yang bisa dikelola seperti yang dilakukan oleh Bank Sampah di bawah Badan Lingkung Hidup Daerah (BLHD),” ujarnya.

Azhar memaparkan, dalam pengolahan sampah saat ini masih mengunakan sistem control lenfill yaitu lahan terkendali dengan sampah-sampah ditimbun mengunakan tanah. “Pada rapat kita bersama di Jakarta bersama Kementrian, daerah-daerah yang dinilai Adipura sekitar 47 persen di Indonesia menerapkan control lenfill,” katanya

Diketahui, dengan segera diaktifkannya TPA Gunung Sadai seluas 8,5 hektar, diharapkan bisa menampung sampah dengan waktu yang cukup lama. Itu dengan syarat ada dukungan masyarakat dengan langkah memilah sampah.

“Meski belum bisa diprediksi secara pasti TPA Gunung Sadai bisa menampung sampah, namun jika diterapkan system pemilhan sampah TPA akan menampung sampah dengan waktu yang cukup lama,” jelasnya.(mg1)